Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Militer Israel Tutup Satu-satunya Akses Jalan Menuju Desa di Tepi Barat, Isolasi 47 Keluarga Palestina

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Sabtu, 19 September 2026 - 23:09 WIB

Sabtu, 19 September 2026 - 23:09 WIB

30 Views ㅤ

Serangan militer Israel ke Tepi Barat terus meningkat sejak dimulainya genosida Gaza pada Oktober 2023. (Foto: INP Polri)

Ramallah, MINA – Militer penjajah Israel menutup akses jalan terakhir menuju Khirbet Ras al-Ahmar, sebuah desa kecil Palestina di sebelah tenggara Tubas, Tepi Barat bagian utara, sehingga mengisolasi total 47 palestina/">keluarga Palestina selama lima hari berturut-turut.

“Penutupan ini terjadi setelah lebih dari dua bulan penutupan semua jalan tanah yang menuju desa tersebut,” ujar Thaer Basharat, seorang warga setempat, kepada Anadolu pada Sabtu (19/9).

Basharat mengatakan bahwa pengepungan tersebut telah berlangsung semakin ketat selama sekitar tiga tahun, namun mencapai tahap kritis lima hari yang lalu ketika militer Israel menggali parit yang memutus satu-satunya jalur tersisa menuju desa, jalur yang sebelumnya hanya dapat dilalui oleh hewan ternak dan traktor pertanian.

Ia menggambarkan desa tersebut kini layaknya “sangkar” yang dikelilingi oleh parit, tembok, dan zona militer.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

“Sebanyak 47 keluarga di desa ini bergantung pada peternakan hewan, dan kini mereka tidak dapat mendatangkan kebutuhan pokok maupun pakan ternak domba,” tambahnya.

Basharat menyebutkan bahwa sekitar 360.000 dunam (360.000.000 meter persegi) lahan sebelumnya digunakan sebagai area penggembalaan bagi para petani desa, namun 90 persen dari lahan tersebut telah disita atau dinyatakan sebagai area terlarang, sehingga para petani menghadapi situasi yang sulit.

“Tekanan Israel ini bertujuan untuk memaksa seluruh warga meninggalkan desa tersebut,” ujarnya.

Serangan oleh militer penjajah Israel dan pihak pendudukan terhadap warga Palestina serta properti mereka di Tepi Barat telah meningkat sejak perang Gaza pada Oktober 2023. Israel telah menduduki Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, sejak perang Timur Tengah tahun 1967.[]

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Rekomendasi untuk Anda