Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mojtaba Khamenei Terbang ke Rusia untuk Perawatan Khusus, Putin Turun Tangan

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 16 Maret 2026 - 17:27 WIB

Senin, 16 Maret 2026 - 17:27 WIB

13 Views ㅤ

Presiden Rusia Vladimir Putin (foto: dok MINA)

Moskow, MINA — Presiden Rusia Vladimir Putin disebut mengerahkan pesawat militer Rusia untuk membawa Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei ke Rusia guna mendapatkan perawatan medis intensif.

Langkah ini dilakukan setelah laporan yang menyebut Mojtaba Khamenei mengalami luka serius di tengah gelombang serangan udara yang melanda wilayah Iran pekan lalu. RT melaporkan, Senin (16/3).

Evakuasi dilakukan dalam operasi yang sangat rahasia setelah Putin menawarkan bantuan medis khusus kepada Mojtaba. Setibanya di Moskow, Khamenei dilaporkan menjalani operasi dan kini dirawat di fasilitas kesehatan yang berada di kawasan istana kepresidenan Rusia.

Belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran mengenai kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei. Namun beredar spekulasi kuat bahwa pemimpin tertinggi berusia 56 tahun itu mengalami cedera serius, bahkan beberapa laporan menyebut ia dalam kondisi kritis atau koma meskipun klaim tersebut belum dibuktikan.

Baca Juga: Hakim Prancis Selidiki Aduan Kejahatan Perang Tentara Israel di Lebanon

Aksi cepat Kremlin ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan antara Iran dan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat dan Israel. Serangan udara yang terus berlanjut telah menyulitkan fasilitas medis di Iran untuk menangani kasus-kasus darurat, sehingga Kremlin menawarkan bantuan sebagai bagian dari hubungan strategis antara kedua negara sekutu tersebut.

Langkah Putin mengirim pesawat militer sebagai signal kuat dukungan politik Rusia kepada Iran dalam konflik melawan campur tangan asing di wilayah Teluk Persia. Hal ini bisa memperdalam hubungan tegang antara Rusia dengan negara-negara Barat yang terlibat dalam konflik tersebut.

Sementara itu, spekulasi tentang kondisi Khamenei telah memicu berbagai reaksi global. Beberapa pihak menyuarakan kekhawatiran atas stabilitas politik Iran jika pemimpin tertinggi benar-benar berada dalam kondisi kritis. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Rekomendasi untuk Anda

Amerika
Internasional
Indonesia
Eropa