Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

NASA Siap Luncurkan Misi Berawak Pertama ke Bulan setelah Lebih Setengah Abad

Rudi Hendrik Editor : Sri Astuti - Selasa, 31 Maret 2026 - 13:00 WIB

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:00 WIB

53 Views ㅤ

Empat astronot kru Artemis II berfoto dengan latar kapsul Orion NASA dan roket Space Launch System di Kompleks Peluncuran 39B, Merritt Island, Florida, Selasa, 31 Maret 2026. (Foto: NASA HQ PHOTO)

Washington, MINA – NASA bersiap meluncurkan awak astronot pertama menuju bulan setelah lebih dari 53 tahun dengan misi Artemis kedua, sebuah penerbangan uji coba penting dalam tujuan bulan yang lebih luas bagi umat manusia, seiring AS berupaya menegaskan kembali kepemimpinannya di bidang antariksa di tengah persaingan yang semakin ketat dari Tiongkok.

Tiga astronot AS dan satu astronot Kanada dijadwalkan lepas landas dengan kapsul Orion NASA dan roket Space Launch System pada Rabu (1/4).

Misi uji coba tersebut berdurasi 10 hari yang mengelilingi bulan dan kembali, sebuah perjalanan berliku yang membawa mereka lebih jauh ke luar angkasa daripada yang pernah dicapai manusia sebelumnya, seperti yang dilaporkan Reuters.

Misi ini adalah penerbangan uji berawak pertama dalam program Artemis NASA, upaya utama AS untuk memulai penerbangan reguler ke bulan, dengan perkiraan biaya setidaknya $93 miliar sejak 2012.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Sejak Apollo 17 pada tahun 1972, manusia belum pernah lagi mendarat di permukaan bulan, sebuah prestasi sulit yang ingin diulangi NASA pada tahun 2028 di kutub selatan bulan yang terjal.

AS adalah satu-satunya negara yang telah menempatkan manusia di benda langit lain dengan enam pendaratan bulan dalam program Apollo, didorong oleh persaingan dengan Uni Soviet sebelumnya.

China, saingan teknologi yang tangguh bagi AS, telah membuat kemajuan yang stabil dalam program bulannya sendiri dalam beberapa tahun terakhir, dengan serangkaian pendaratan robotik di bulan dan target tahun 2030 untuk menempatkan awaknya sendiri di permukaan. Para pejabat AS telah fokus untuk mengalahkan China dalam hal ini. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Rekomendasi untuk Anda