Washington, MINA – FBI dan Departemen Kehakiman AS berhasil menutup dua jaringan hacker besar yang terkait dengan kelompok China, yang telah menargetkan jaringan pemerintah AS dan infrastruktur penting seperti NASA, Senat dan Bank Sentral Federal, selama hampir satu dekade.
Tiga domain internet yang menjadi tulang punggung operasi spionase siber ini resmi disita. Dikutip dari Crypto Briefing, Rabu (26/8).
Platform peretasan yang dikenal sebagai QScan dan QTRouter dioperasikan oleh kelompok bernama QTFY, yang dikaitkan oleh otoritas AS dengan karyawan Nanjing Xinjiuwei Network Technology Company.
Dengan menyita domain-domain tersebut, otoritas secara efektif membuat kedua platform tidak dapat beroperasi, karena malware sangat bergantung pada domain tersebut untuk komunikasi dan autentikasi.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Ribuan Target dalam Sehari
Ruang lingkup operasi ini sangat luas. Dalam satu hari di Mei 2024 saja, QScan menjalankan lebih dari 2 juta tugas pemindaian dan eksploitasi, memanfaatkan kerentanan pada perangkat lunak Check Point untuk mengkompromikan lebih dari 300 organisasi AS dalam satu kali sapuan.
QTFY diduga menawarkan layanan peretasan kepada entitas pemerintah China, termasuk Kementerian Keamanan Negara dan Tentara Pembebasan Rakyat. Kelompok ini menggunakan perangkat Internet of Things yang telah dikompromikan dan jaringan proxy komersial untuk menyamarkan aktivitasnya, sehingga deteksi menjadi jauh lebih sulit.
Operasi ini merupakan bagian dari pola peningkatan aksi AS terhadap ancaman siber yang terkait dengan China. Sebelumnya, AS juga membongkar botnet Flax Typhoon dan menghapus malware PlugX dari lebih dari 4.000 komputer AS.
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Hingga berita ini diturunkan, baik Kedutaan Besar China di Washington maupun Nanjing Xinjiuwei belum memberikan tanggapan publik atas tuduhan tersebut.
Beijing secara historis membantah keterlibatan dalam peretasan yang disponsori negara, namun posisi tersebut semakin sulit dipertahankan seiring bukti teknis dan dakwaan yang terus menguat. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur
















Mina Indonesia
Mina Arabic