Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pakar Timur Tengah Nasir Tamara Bongkar Motif AS Serang Iran, Bukan Soal Nuklir

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 6 Mei 2026 - 11:00 WIB

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:00 WIB

74 Views ㅤ

Pakar politik Timur Tengah Dr Nasir Tamara (foto: dok MINA)

Jakarta, MINA – Pakar Timur Tengah Dr Nasir Tamara menyatakan bahwa serangan Amerika Serikat terhadap Iran bukan semata-mata disebabkan isu nuklir, melainkan karena Iran dinilai tidak tunduk pada kepentingan politik Washington.

Ia menilai, faktor kemandirian Iran dalam menentukan arah kebijakan luar negerinya menjadi pemicu utama ketegangan yang berujung konflik terbuka.

Dalam paparannya di acara diskusi publik bertajuk “Perang Israel/AS–Iran dan Peluang Peran Indonesia sebagai Bridge Builder” di  Jakarta, Rabu (6/5), Nasir juga mengungkapkan bahwa Iran pernah menaruh kekaguman terhadap Indonesia, khususnya terkait peran historis dalam Konferensi Asia Afrika yang dinilai berhasil membangun solidaritas negara-negara berkembang.

Menurutnya, semangat tersebut relevan untuk dihidupkan kembali dalam menghadapi dinamika geopolitik global saat ini.

Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar

Ia menambahkan, Iran menunjukkan ketahanan yang kuat melalui strategi pertahanan berlapis, termasuk fokus besar pada pendidikan generasi muda.

Hal ini dinilai menjadi fondasi penting dalam menghadapi tekanan eksternal, termasuk perang ekonomi yang telah lama diperkirakan Teheran melalui kebijakan blokade dan embargo dari negara-negara Barat.

Lebih lanjut, Nasir menilai Iran juga telah meruntuhkan persepsi lama tentang dominasi militer Israel yang selama ini dianggap sulit dikalahkan. Dalam konflik terbaru, Iran dinilai berhasil menunjukkan kapasitasnya sebagai kekuatan regional yang diperhitungkan di kancah internasional.

Sementara itu, masukan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyoroti bahwa diplomasi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia masih dinilai belum sepenuhnya mencerminkan perhatian yang memadai terhadap kawasan Timur Tengah. Hal ini dinilai menjadi tantangan bagi Indonesia untuk memperkuat perannya dalam dinamika global.

Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo

Diskusi ini merupakan bagian dari forum yang diselenggarakan oleh Indonesian Council on World Affairs (ICWA) yang mengangkat tema peran Indonesia sebagai “bridge builder” di tengah konflik Israel-AS-Iran.

Forum tersebut menghadirkan berbagai tokoh dan pakar untuk membahas peluang diplomasi Indonesia dalam mendorong perdamaian dan stabilitas kawasan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polri Ditangkap Terkait Penyadapan Nomor Telepon Presiden

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Indonesia
Internasional
Info MINA