Makkah, MINA — Aparat keamanan Arab Saudi menangkap lima orang yang nekat memasuki Kota Suci Makkah secara ilegal melalui jalur gurun, di tengah pengetatan aturan jelang puncak musim haji 2026.
Kelima pelaku terdiri dari satu warga negara Saudi serta masing-masing dua warga Mesir dan Yaman. Mereka diamankan saat mencoba menyusup ke wilayah Makkah dengan berjalan kaki melalui gurun untuk menghindari pemeriksaan petugas. Arabnews melaporkan, Senin (4/5).
Otoritas keamanan haji menyatakan, para pelanggar kini telah ditahan dan tengah menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku di Kerajaan Arab Saudi. Tindakan tegas ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban dan keselamatan pelaksanaan ibadah haji.
Direktorat Keamanan Publik Arab Saudi kembali mengingatkan masyarakat agar mematuhi seluruh regulasi haji. Warga maupun penduduk diminta tidak mencoba masuk ke Makkah tanpa izin resmi serta tidak membantu pihak lain melakukan pelanggaran serupa.
Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi
Pengetatan ini dilakukan karena pemerintah Saudi hanya mengizinkan jemaah dengan visa haji resmi untuk memasuki Makkah, termasuk kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Langkah ini bertujuan mengendalikan jumlah jemaah serta mencegah risiko keselamatan akibat kepadatan berlebih saat puncak ibadah.
Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, Arab Saudi juga memberlakukan sanksi berat bagi pelanggar, mulai dari denda puluhan ribu riyal, deportasi, hingga larangan masuk kembali selama bertahun-tahun.
Kebijakan ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi calon jemaah agar tidak tergiur praktik haji ilegal yang berisiko tinggi. []
Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic