Tel Aviv,MINA – Perdana Menteri Zionis Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa konfrontasi dengan Iran belum berakhir meski kedua negara sempat mencapai nota kesepahaman (MoU) yang dimediasi Pakistan pada Juni lalu.
Pernyataan itu mengindikasikan bahwa Israel masih membuka kemungkinan melancarkan operasi militer baru apabila menilai ancaman dari Teheran kembali meningkat. Media KAN melaporkan, Jumat (10/7).
Dalam pernyataannya, Netanyahu mengeklaim Iran masih memiliki kemampuan yang dinilai membahayakan keamanan Israel, terutama terkait program nuklir dan persenjataan strategisnya.
Menurutnya, pemerintah Israel tidak akan membiarkan Iran membangun kembali kapasitas militer yang dianggap dapat mengancam keberadaan negara tersebut. Sikap itu sejalan dengan pernyataan sejumlah pejabat keamanan Israel yang menegaskan bahwa seluruh opsi, termasuk operasi militer, tetap berada di atas meja.
Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz juga menegaskan militer negaranya berada dalam kondisi siap apabila pemerintah memutuskan kembali melakukan serangan terhadap sasaran di wilayah Iran.
Kesiapan tersebut disebut dilakukan sebagai langkah antisipasi jika perkembangan situasi keamanan menunjukkan adanya peningkatan ancaman, termasuk apabila koordinasi militer dengan Amerika Serikat kembali diperlukan.
Pernyataan para pemimpin Israel muncul di tengah masih rapuhnya situasi keamanan kawasan Asia Barat pascakonflik besar yang pecah pada awal 2026.
Meskipun telah tercapai kesepahaman penghentian pertempuran, ketegangan belum sepenuhnya mereda karena kedua pihak masih saling melontarkan tuduhan pelanggaran serta meningkatkan kesiagaan militernya. Sejumlah pengamat menilai kondisi tersebut membuat risiko pecahnya kembali konflik berskala luas tetap terbuka.
Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa
Di sisi lain, Iran berulang kali menegaskan akan memberikan respons terhadap setiap bentuk agresi yang dilakukan Israel maupun Amerika Serikat. Pemerintah
Teheran juga menyatakan tetap mempertahankan haknya mengembangkan teknologi nuklir untuk kepentingan damai sesuai ketentuan internasional, sembari menolak tuduhan bahwa program tersebut ditujukan untuk membangun senjata nuklir.
Perkembangan terbaru ini kembali memunculkan kekhawatiran komunitas internasional terhadap potensi eskalasi konflik di kawasan.
Sejumlah negara dan organisasi internasional sebelumnya telah menyerukan agar seluruh pihak menahan diri, mengedepankan jalur diplomasi, serta menghindari langkah-langkah yang dapat memicu perang baru di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu stabilitas regional maupun perekonomian global. []
Baca Juga: Empat Warga Palestina Syahid dalam Pelanggaran Terbaru Israel di Gaza
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic