Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Netanyahu Persingkat Kunjungan ke New York di Tengah Protes dan Ancaman Penangkapan

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Rabu, 23 September 2026 - 14:09 WIB

Rabu, 23 September 2026 - 14:09 WIB

51 Views ㅤ

Penjahat perang Zionis Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: UN News)

New York, MINA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mempersingkat kunjungannya ke New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB, di tengah rencana aksi protes, peningkatan pengamanan, dan ketegangan dengan Wali Kota Zohran Mamdani terkait surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Menurut laporan media Israel, Netanyahu diperkirakan tiba di AS pada Kamis (24/9) pagi, berpidato di hadapan Majelis Umum pada pukul 14.00 waktu New York, dan bertolak kembali ke Israel pada malam harinya, demikian dikutip dari The New Arab.

Netanyahu diperkirakan tidak akan bermalam di AS, sehingga kunjungan yang awalnya direncanakan berlangsung lebih lama kini dipangkas menjadi hanya beberapa jam saja.

Ia juga telah membatalkan rencana singgah di Texas untuk bertemu dengan miliarder Elon Musk dan tidak akan membawa serta jurnalis Israel di dalam pesawat kepresidenan resminya, “Wing of Zion”.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Media Israel menyebut rencana protes dan kekhawatiran keamanan sebagai alasan di balik kunjungan yang tergolong sangat singkat ini.

Menurut Ynet, pesawat Netanyahu diperkirakan akan menghindari Bandara Internasional John F. Kennedy (JFK) di New York dan justru mendarat di negara bagian tetangga, New Jersey.

Media tersebut mengaitkan pengaturan ini sebagian dengan ketegangan bersama Mamdani, yang berulang kali menyerukan agar Netanyahu ditangkap berdasarkan surat perintah ICC tersebut.

Namun, laporan media Israel lainnya mengaitkan keputusan untuk menghindari JFK dengan pertimbangan logistik dan keamanan terkait pesawat Netanyahu.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Mamdani dikenal vokal terhadap Netanyahu dan sebelumnya berjanji akan menangkap pemimpin Israel tersebut jika ia berkunjung ke New York, dengan merujuk pada surat perintah ICC yang diterbitkan terhadapnya pada November 2024.

ICC menerbitkan surat perintah penangkapan bagi Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant pada November 2024, dengan menyatakan adanya alasan kuat untuk meyakini bahwa keduanya memikul tanggung jawab pidana atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan selama perang Israel di Gaza.

Netanyahu diperkirakan akan mendapatkan pengamanan yang sangat ketat selama kunjungannya yang singkat, dengan keterlibatan Dinas Rahasia AS (US Secret Service) dalam persiapan kunjungan yang dilaporkan lebih besar dari biasanya.

Demonstrasi besar juga diperkirakan akan terjadi di New York selama kunjungannya.

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Haaretz melaporkan bahwa Netanyahu bersiap menghadapi sambutan yang tidak bersahabat, baik di jalanan maupun di dalam Majelis Umum, di mana para pejabat Israel mengantisipasi kemungkinan duta besar dan delegasi lain akan melakukan aksi walk-out atau menggelar protes saat ia berpidato.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Trump Sebut AS Kuasai Greenland, Ini Isi Kesepakatannya

Rekomendasi untuk Anda