Tel Aviv, MINA – Peta politik Israel mengalami perubahan menyusul keputusan Presiden Isaac Herzog menunjuk mantan Panglima Angkatan Bersenjata Israel, Gadi Eisenkot, untuk membentuk pemerintahan baru. Penunjukan tersebut menjadi pukulan politik bagi Perdana Menteri petahana Benjamin Netanyahu yang selama ini menjadi rival politik Eisenkot.
Keputusan resmi itu disampaikan Herzog kepada Eisenkot pada Sabtu malam. Mandat pembentukan pemerintahan kemudian diserahkan dalam sebuah upacara di kediaman presiden pada Ahad (8/11) waktu setempat.
Juru bicara kepresidenan mengonfirmasi penyerahan mandat tersebut. Informasi ini juga dilaporkan oleh Al Jazeera.
Penunjukan Eisenkot menandai babak baru dalam dinamika politik Israel, terutama dalam perebutan kekuasaan di parlemen. Langkah Herzog sekaligus membuka peluang terbentuknya konfigurasi pemerintahan baru yang dapat mengubah arah kepemimpinan negara tersebut.
Baca Juga: Israel Tetap Serang Gaza Meski Banjir Rendam Ribuan Tenda Pengungsi
Kini, perhatian tertuju pada langkah Eisenkot dalam merangkul dukungan politik di parlemen untuk memenuhi mandat pembentukan pemerintahan. Keberhasilannya akan sangat bergantung pada kemampuannya membangun kesepakatan dengan berbagai kekuatan politik di Israel.
Eisenkot, pemimpin Partai Yashar, berhasil memperoleh dukungan dari 67 anggota Knesset, termasuk sejumlah partai Arab. Sementara itu, rivalnya, Benjamin Netanyahu, hanya mendapatkan dukungan dari 46 anggota parlemen.
Berdasarkan ketentuan konstitusional Israel, Eisenkot diberi waktu 28 hari untuk membentuk koalisi pemerintahan. Masa tersebut dapat diperpanjang hingga 14 hari apabila diperlukan. Ia harus mengamankan dukungan sedikitnya 61 dari total 120 kursi Knesset agar pemerintahan baru dapat terbentuk. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pemukim Israel Serang Petani Palestina dan Curi Hasil Panen
















Mina Indonesia
Mina Arabic