Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kolumnis Haaretz Nehemia Strassler Sebut Netanyahu Sebagai Sosok Terburuk dalam Sejarah Yahudi

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - 13 jam yang lalu

13 jam yang lalu

14 Views ㅤ

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: The Arab Weekly)

Tel Aviv, MINA – Kolumnis senior surat kabar Israel Haaretz, Nehemia Strassler, melontarkan kritik tajam kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam tulisan terakhirnya. Ia menyebut Netanyahu sebagai sosok terburuk dalam sejarah bangsa Yahudi.

Tulisan itu terbit bersamaan dengan pengunduran dirinya setelah 44 tahun berkarier di Haaretz, sebagaimana dikutip Al Jazeera, Sabtu (7/11).

Strassler membuka artikelnya dengan menggambarkan kekecewaan pada malam pemilihan umum Israel, 27 Oktober 2026.

Ia mengaku terkejut ketika hasil awal menunjukkan Likud, partai Netanyahu, unggul dari Yashar, partai pimpinan pemimpin oposisi Gadi Eisenkot. Menurut dia, Netanyahu semestinya tidak memperoleh satu kursi pun karena kerusakan yang ia timbulkan bagi Israel.

Baca Juga: Israel Tetap Serang Gaza Meski Banjir Rendam Ribuan Tenda Pengungsi

Dalam tulisannya, Strassler membebankan tanggung jawab kepada Netanyahu atas pendanaan Hamas dan serangan 7 Oktober 2023.

Ia juga menilai Netanyahu menyeret Israel ke dalam perang berkepanjangan, menelantarkan para sandera, dan gagal menetralkan ancaman nuklir Iran. Semua itu, menurutnya, membuat Israel kian terkucil di panggung internasional. Pernyataan tersebut merupakan opini penulis.

Strassler menjelaskan keunggulan Netanyahu terjadi karena blok oposisi yang mengusung perubahan gagal menarik pemilih Likud.

Hasil akhir pemilu menunjukkan Likud menjadi partai terbesar dengan 27 kursi, disusul Yashar dengan 21 kursi dari total 120 kursi Knesset. Blok pendukung Netanyahu meraih 53 kursi, kurang delapan kursi dari ambang mayoritas 61.

Baca Juga: Pemukim Israel Serang Petani Palestina dan Curi Hasil Panen

Blok oposisi anti-Netanyahu memperoleh 48 kursi, sementara partai-partai Arab mengantongi 19 kursi. Dengan komposisi itu, belum ada kubu yang mampu membentuk pemerintahan sendiri.

Strassler (75) memulai karier di Haaretz pada 1983 sebagai editor ekonomi, lalu menjadi komentator ekonomi senior sejak sekitar 16 tahun kemudian.

Pada 2012, Asosiasi Jurnalis Tel Aviv memberinya penghargaan pencapaian seumur hidup atas perjuangannya melawan konsentrasi ekonomi dan monopoli. Ia menyebut keputusan pensiun telah ia siapkan selama dua tahun.

Kini perhatian tertuju pada negosiasi pembentukan pemerintahan baru. Sesuai jadwal yang dilaporkan sejumlah media, anggota Knesset terpilih dilantik pada 10 November 2026. []

Baca Juga: Ribuan Tenda Terendam Banjir, Peringatan Ancaman Wabah Penyakit di Gaza

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda