Tepi Barat, MINA – Perdana Menteri Israel netanyahu/">Benjamin Netanyahu pada Selasa (13/10) menolak kepulangan warga Palestina yang mengungsi dari kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat bagian utara. Ia juga menegaskan pasukan Israel akan tetap menguasai wilayah tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Netanyahu saat meninjau kawasan dekat kamp pengungsi Tulkarm bersama Menteri Pertahanan Israel Katz dan sejumlah perwira militer senior, seperti terlihat dalam video yang dirilis kantor Perdana Menteri Israel. Wafa melaporkan.
Netanyahu menyebut kamp tersebut sebagai “basis teroris” dan mengklaim pasukan Israel telah membersihkannya atas perintah pemerintahannya.
Menanggapi putusan Mahkamah Agung Israel baru-baru ini mengenai kepulangan warga Palestina yang mengungsi, Netanyahu mengatakan, “Mereka bukan warga, mereka teroris.”
Baca Juga: Hujan Musim Dingin Perburuk Krisis Pengungsian di Gaza
Ia menegaskan tentara Israel akan tetap menguasai wilayah itu dan menutup kemungkinan kehadiran kekuatan militer Arab mana pun di sebelah barat Sungai Yordan.
Mahkamah Agung Israel memerintahkan pemerintah untuk memberikan jadwal langkah-langkah yang diperlukan guna memungkinkan warga Palestina yang mengungsi kembali ke rumah mereka di kamp pengungsi Jenin, Tulkarm, dan Nur Shams. Pengadilan juga meminta pemerintah mengkaji cara mempercepat kepulangan mereka.
Pasukan Israel telah mencegah ribuan warga Palestina yang mengungsi dari ketiga kamp tersebut untuk kembali ke rumah sejak awal 2025.
Netanyahu juga memperingatkan kemungkinan konfrontasi dengan pasukan keamanan Otoritas Palestina. Ia menyatakan bahwa pasukan tersebut berpotensi mengalihkan senjata ke Israel menjelang pemilu.
Baca Juga: Israel Buka Tender 1.080 Unit Permukiman Baru di Yerusalem Timur
Ia mengklaim militer Israel telah menyiapkan respons terhadap skenario tersebut dan memperingatkan segala upaya untuk menantang pasukannya.
Namun, situs berita Israel Ynet melaporkan bahwa militer tidak memiliki informasi intelijen yang menunjukkan pasukan keamanan Otoritas Palestina berencana melakukan serangan semacam itu.
Netanyahu juga kembali menegaskan tekad pemerintahannya untuk mempertahankan kontrol atas wilayah antara Sungai Yordan dan Laut Mediterania. Ia mengklaim pemerintahannya telah membangun lebih dari 104 permukiman serta sejumlah peternakan.
Dalam beberapa pekan terakhir, Netanyahu semakin menitikberatkan isu keamanan dalam kampanye pemilunya. Ia menggambarkan dirinya sebagai figur yang paling siap menghadapi ancaman, sementara sejumlah tokoh oposisi menuduhnya mengeksploitasi ketakutan publik demi keuntungan politik.[]
Baca Juga: Ben-Gvir Gunakan Kebencian terhadap Arab dan Islam sebagai Kampanye Pemilu
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic