Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

New York Peringati 25 Tahun Serangan 9/11, Tanpa Kehadiran Trump

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Sabtu, 12 September 2026 - 15:39 WIB

Sabtu, 12 September 2026 - 15:39 WIB

24 Views ㅤ

New York Peringati 25 Tahun Serangan 9/11. (NDTV World)

New York, MINA — Kota New York memperingati 25 tahun serangan 11 September 2001 pada Jumat (11/9) dengan upacara di Ground Zero, Manhattan.

Peringatan dihadiri wali kota Muslim pertama New York, Zohran Mamdani. Namun, peringatan tahun ini tanpa kehadiran Presiden Donald Trump. NDTV World melaporkan.

Dalam langkah yang tidak biasa, Trump memilih memberikan penghormatan di Pentagon, bukan bergabung dengan acara di New York, tempat pesawat yang dibajak menghancurkan World Trade Center (WTC) dan menewaskan sebagian besar dari total 2.977 korban.

Wakil Presiden JD Vance dan empat pendahulu Trump yang masih hidup, yaitu George W. Bush, Joe Biden, Barack Obama, dan Bill Clinton, berkumpul di lokasi Ground Zero.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Upacara dimulai tepat setelah pukul 8.40 pagi waktu setempat dan dirancang tanpa pidato politik.

Anggota keluarga korban membacakan nama-nama semua yang tewas, sementara lonceng berdentang menandai momen-momen penting dalam serangan yang memicu keterlibatan AS selama bertahun-tahun dalam perang Timur Tengah.

Wali Kota Muslim Pertama dan Kontroversi

Bersama para mantan presiden AS, hadir Zohran Mamdani, wali kota Muslim pertama di New York. Kehadirannya menuai kampanye yang mendesaknya untuk menjauh, dipimpin surat kabar sayap kanan New York Post dan mantan wali kota serta sekutu Trump, Rudy Giuliani.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Sebuah petisi yang telah mengumpulkan lebih dari 100.000 tanda tangan menuduh Mamdani bergaul dengan individu yang “meremehkan institusi Amerika atau kurang kritis terhadap ideologi ekstremis.”

Namun, Mamdani justru mendapat pujian karena mengungkapkan ribuan dokumen yang menunjukkan apa yang diketahui pejabat kota tentang tingkat toksisitas udara di Lower Manhattan setelah serangan, sebuah isu yang masih berdampak hingga hari ini.

Secret Service mendirikan jaringan keamanan di sekitar Memorial dan Museum 9/11.

Komisaris polisi Jessica Tisch mengatakan tim anti-drone dikerahkan sebagai tindakan pencegahan, namun menegaskan tidak ada informasi tentang ancaman spesifik. []

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda