Islamabad, MINA – Hnya kurang dari 90 menit tersisa tenggat waktu Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghancurkan “peradaban” Iran pada Selasa malam (7/4/2026), Trump mengatakan menyetujui gencatan senjata dengan Iran selama dua pekan.
Segera setelah itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengkonfirmasi gencatan senjata di X.
Trump mengklaim Iran akan mengizinkan transit tanpa hambatan melalui Selat Hormuz. Sementara Araghchi mengatakan perjalanan melalui jalur air perlu dilakukan di bawah Angkatan Bersenjata Iran.
Perbedaan utama lainnya dengan cepat muncul, “Apakah Lebanon termasuk dalam gencatan senjata? Apakah AS setuju untuk mengizinkan Iran pengayaan uranium? Apakah Trump menyetujui daftar tuntutan Iran 10 poin atau menerimanya hanya sebagai pembuka percakapan?”
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Tetapi ada juga perekat umum yang mengikat pernyataan Trump dan pernyataan Araghchi, yakni pengakuan akan peran sentral Pakistan sebagai mediator yang berhasil membujuk negara-negara yang bertikai yang sangat tidak percaya satu sama lain kembali ke meja perundingan.
Trump mengatakan dia menyetujui gencatan senjata “berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Asim Munir, dari Pakistan.” Seperti dilaporkan Al Jazeera, Rabu (8/4).
Trump menambahkan bahwa mereka telah “meminta agar saya menahan kekuatan penghancur yang dikirim malam ini ke Iran”.
Araghchi juga memuji Pakistan, dengan mengatakan, “Atas nama Republik Islam Iran, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada saudara-saudaranya yang terkasih, Perdana Menteri Pakistan Sharif dan Marsekal Munir atas upaya tak kenal lelah mereka untuk mengakhiri perang.”
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Dia menambahkan bahwa Iran telah menerima gencatan senjata “sebagai tanggapan atas permintaan persaudaraan PM Sharif”.
Sharif, yang secara terbuka menyerukan AS dan Iran untuk menerima gencatan senjata beberapa saat sebelumnya, memposting lagi 90 menit kemudian, menyoroti apa yang mungkin merupakan pencapaian diplomatik paling signifikan Pakistan dalam beberapa tahun.
“Dengan kerendahan hati terbesar, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, bersama dengan sekutu mereka, telah menyetujui gencatan senjata segera di mana-mana termasuk Lebanon dan di tempat lain, efektif segera,” tulisnya.
Pakistan mengundang kedua delegasi ke Islamabad pada Jumat (10/4) untuk bernegosiasi lebih lanjut kesepakatan konklusif penyelesaian semua perselisihan.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur
Pembicaraan formal diperkirakan akan dimulai dengan delegasi AS yang kemungkinan dipimpin Wakil Presiden JD Vance didampingi utusan Trump Steve Witkoff dan menantu laki-laki Jared Kushner. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Somalia Tegas Tolak Kehadiran Israel Dalam Keadaan Apa Pun
















Mina Indonesia
Mina Arabic