Islamabad, MINA – Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif menegaskan bahwa nota kesepahaman (MoU) yang dibahas antara Iran dan Amerika Serikat tidak mencakup pembahasan mengenai program atau senjata nuklir Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang terkait isi kesepakatan antara kedua negara. Pakistan Today melaporkan, Rabu (24/6).
Menurut Sharif, pembicaraan yang berlangsung lebih berfokus pada upaya meredakan ketegangan dan membangun mekanisme komunikasi yang dapat mendorong stabilitas kawasan. Ia menekankan bahwa isu nuklir bukan bagian dari agenda yang dibahas dalam kesepakatan tersebut.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap hubungan antara Iran dan Amerika Serikat setelah serangkaian ketegangan militer dan diplomatik yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi
Berbagai pihak sebelumnya berspekulasi bahwa pembahasan mengenai program nuklir Iran menjadi bagian dari proses dialog yang sedang berlangsung.
Sharif menilai stabilitas kawasan Timur Tengah memerlukan pendekatan diplomasi yang konstruktif dan keterlibatan berbagai pihak. Ia juga menegaskan pentingnya menghormati kedaulatan negara-negara di kawasan serta menghindari langkah-langkah yang dapat memperburuk ketegangan regional.
Sementara itu, Iran berulang kali menegaskan bahwa program nuklirnya ditujukan untuk tujuan damai dan berada dalam kerangka kebutuhan sipil, termasuk sektor energi dan penelitian. Teheran juga menolak tuduhan sejumlah negara Barat yang menyebut program tersebut bertujuan mengembangkan senjata nuklir.
Klarifikasi dari Pakistan dapat membantu meredam spekulasi yang berkembang terkait isi kesepakatan Iran-AS.
Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal
Namun demikian, isu nuklir Iran diperkirakan tetap menjadi salah satu agenda utama dalam dinamika hubungan Teheran dengan negara-negara Barat, mengingat persoalan tersebut masih menjadi perhatian komunitas internasional dan lembaga pengawas nuklir dunia. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi
















Mina Indonesia
Mina Arabic