Gaza, MINA – Kelompok pejuang perlawanan di Jalur Gaza mengumumkan telah mengeksekusi mati seorang terpidana yang dituduh bekerja sama dengan badan intelijen Israel dan terlibat dalam operasi yang menargetkan para pemimpin faksi-faksi perlawanan.
Dilansir Quds Press Rabu (1/7) kelompok pejuang menyebut terpidana hanya dengan inisial M.M. dan menyatakan eksekusi dilakukan setelah seluruh prosedur revolusioner diselesaikan.
Menurut pernyataan itu, terpidana dituduh memiliki hubungan dengan badan intelijen Israel serta terlibat dalam sejumlah operasi selama perang di Jalur Gaza.
Kelompok tersebut juga mengklaim bahwa M.M. berperan dalam operasi yang menewaskan sejumlah pemimpin faksi perlawanan, termasuk Komandan Umum Batalion Al-Qassam, Izz al-Din al-Haddad, yang juga dikenal dengan nama Abu Suhaib.
Baca Juga: Eisenkot Tolak Gabung Pemerintahan Netanyahu
Para pejuang menyatakan eksekusi tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban terhadap pihak-pihak yang dituduh bekerja sama dengan Israel. Kelompok itu juga memperingatkan individu lain yang disebut menjalin hubungan dengan Israel agar menyerahkan diri kepada aparat keamanan mereka.
Selain itu, mereka menegaskan bahwa individu yang dituduh berkolaborasi hanya mewakili diri mereka sendiri dan tidak mencerminkan keluarga maupun suku-suku Palestina. Dalam pernyataannya, mereka juga memuji peran keluarga dan suku di Gaza dalam menjaga persatuan masyarakat. []
Baca Juga: Israel Lanjutkan Penangkapan Warga Gaza Saat Kembali dari Pengobatan Luar Negeri
















Mina Indonesia
Mina Arabic