Jakarta, MINA – Pemerintah melalui PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada 18 Maret atau sekitar H-3 Idul Fitri, seiring meningkatnya pergerakan kendaraan yang keluar dari wilayah Jabodetabek menuju berbagai daerah tujuan di Pulau Jawa dan Sumatera.
Perusahaan pengelola jalan tol tersebut memperkirakan lonjakan kendaraan akan signifikan menjelang tanggal tersebut. Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, Jasa Marga menyiapkan berbagai langkah pengaturan lalu lintas serta pelayanan tambahan bagi pemudik yang melintasi ruas tol utama.
Berdasarkan proyeksi Jasa Marga, sekitar 3,5 juta kendaraan diperkirakan meninggalkan wilayah Jabodetabek selama periode mudik Lebaran tahun ini.
Volume kendaraan tersebut diprediksi tersebar melalui beberapa jalur utama, terutama Tol Trans Jawa dan sejumlah ruas tol yang mengarah ke wilayah barat dan selatan Pulau Jawa.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Untuk mengurai kepadatan lalu lintas, Jasa Marga juga menerapkan kebijakan diskon tarif tol hingga 30 persen pada periode tertentu sebelum puncak arus mudik. Langkah ini diharapkan dapat mendorong masyarakat melakukan perjalanan lebih awal sehingga distribusi kendaraan menjadi lebih merata.
Sementara itu, Kementerian Perhubungan memproyeksikan total pergerakan masyarakat selama masa mudik Lebaran 2026 mencapai sekitar 143,9 juta orang di seluruh Indonesia.
Pemerintah pun menyiapkan sejumlah kebijakan, termasuk pengaturan lalu lintas dan fleksibilitas kerja untuk mengurangi penumpukan perjalanan pada hari tertentu.
Pemerintah bersama kepolisian dan operator jalan tol juga menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas seperti sistem contraflow, one way, serta penguatan layanan di rest area. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kelancaran perjalanan pemudik sekaligus meningkatkan keselamatan selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini. []
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic