Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peneliti Burhanuddin Muhtadi: Dakwah Perlu Beradaptasi agar Mampu Menarik Gen Z

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 26 Juli 2026 - 16:11 WIB

Ahad, 26 Juli 2026 - 16:11 WIB

35 Views ㅤ

Prof Burhanuddin Muhtadi (foto: SIdik MINA)

Jakarta, MINA – Peneliti politik sekaligus akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Burhanuddin Muhtadi menilai pendekatan dakwah keagamaan perlu dimodifikasi agar mampu menjangkau Generasi Z (Gen Z), yang memiliki karakter dan pola pikir berbeda dibanding generasi sebelumnya.

Hal itu disampaikannya dalam pemaparan hasil penelitian pada Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Jakarta, Ahad (26/7).

Burhanuddin mengungkapkan, berdasarkan hasil penelitiannya, Gen Z pada umumnya menunjukkan kecenderungan menjadi kurang religius (less religious), yang tercermin dari semakin jarangnya agama dijadikan sebagai rujukan utama dalam mengambil keputusan sehari-hari.

Di sisi lain, mereka justru lebih aktif berpartisipasi dalam organisasi nonkeagamaan dibanding organisasi berbasis agama.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Ia menegaskan, fenomena tersebut bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga menjadi tren global. Bahkan, di sejumlah negara lain, penurunan keterikatan generasi muda terhadap institusi dan nilai-nilai keagamaan berlangsung lebih tajam dibandingkan di Indonesia.

Menurutnya, kondisi ini menjadi tantangan serius bagi organisasi keagamaan dalam menyiapkan strategi pembinaan generasi muda.

Dalam paparannya, Burhanuddin juga menyoroti berkembangnya pandangan di kalangan sebagian Gen Z bahwa tidak menikah bukan lagi sesuatu yang dianggap bermasalah.

Bahkan, bagi mereka yang menikah, muncul kecenderungan untuk memilih tidak memiliki anak (childfree). Pergeseran nilai tersebut, katanya, menunjukkan adanya perubahan orientasi hidup yang dipengaruhi berbagai faktor sosial, ekonomi, budaya, serta perkembangan teknologi informasi.

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Karena itu, Burhanuddin menekankan pentingnya melakukan inovasi dalam metode dakwah agar lebih relevan dengan karakter Generasi Z.

Menurutnya, penyampaian pesan-pesan keagamaan perlu dikemas secara kreatif, dialogis, memanfaatkan platform digital, serta menyentuh persoalan nyata yang dihadapi generasi muda sehingga mampu menarik mereka untuk lebih dekat dengan ajaran agama.

Burhanuddin menambahkan, sejumlah survei yang pernah dipublikasikannya juga menunjukkan bahwa meskipun mayoritas anak muda Indonesia masih mengidentifikasi diri sebagai pribadi yang religius, terjadi perubahan pada cara mereka mengekspresikan keberagamaan.

Mereka cenderung lebih kritis terhadap otoritas, lebih mengandalkan media digital sebagai sumber informasi, serta menginginkan pendekatan keagamaan yang inklusif, komunikatif, dan sesuai dengan tantangan zaman.

Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi peluang sekaligus tantangan bagi para dai dan lembaga dakwah untuk menghadirkan model pembinaan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan Generasi Z. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Tenggelamnya KM Virgo, Polisi Tetapkan 4 Orang sebagai Tersangka

Rekomendasi untuk Anda