Tel Aviv, MINA – Analis militer Israel memperkirakan kegagalan dalam perundingan AS-Iran yang dijadwalkan dimulai Jumat (6/2) di Istanbul, Turkiye.
Dalam analisisnya di koran Israel Maariv, Avi Ashkenazi memperingatkan, pembicaraan tersebut kemungkinan tidak akan membahas program rudal balistik Iran, yang dianggap Tel Aviv sebagai ancaman utama.
Utusan AS Steve Witkoff diproyeksikan memimpin delegasi AS dalam pembicaraan di Istanbul, sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi akan memimpin pihak Iran.
Ashkenazi juga meragukan hasil perundingan itu.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
“Pertanyaan besarnya adalah apakah Iran bersedia menunjukkan penyerahan penuh dengan menyerahkan uranium yang diperkaya, membongkar proyek nuklir, membatalkan program rudal balistik dan menghentikan dukungan untuk kelompok bersenjata di Yaman, Irak, Suriah, Lebanon, dan Gaza,” kata Ashkenazi.
Ia juga menyebutkan, Israel yakin AS pada akhirnya mungkin melancarkan serangan militer terhadap Iran dan akan mengizinkan Israel untuk beroperasi di wilayah Iran jika diserang.
Sementara itu, analis militer Amos Harel dari Haaretz menyatakan, pembicaraan ini merupakan kesempatan terakhir Iran untuk menghindari konfrontasi dengan Presiden AS Donald Trump. Namun, ia memperingatkan bahwa perbedaan pendapat yang signifikan masih ada.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
















Mina Indonesia
Mina Arabic