Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengangguran Pemuda China Tembus 17,9%, Tertinggi dalam 11 Bulan

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:33 WIB

31 Views ㅤ

Generasi muda di China (Greekcity Times)

Beijing, MINA – Tingkat pengangguran pemuda perkotaan di China melonjak tajam menembus angka 17,9% pada Juli 2026 ke level tertinggi dalam 11 bulan.

Biro Statistik Nasional China merilis data pada Rabu (19/8) yang menunjukkan bahwa tingkat pengangguran untuk kelompok usia 16-24 tahun (tidak termasuk mahasiswa) naik menjadi 17,9 persen pada Juli, dari 14,9 persen pada Juni. Ini adalah angka tertinggi sejak Agustus 2025.

Kondisi tersebut seiring dengan tekanan yang terus berlanjut pada pasar tenaga kerja di tengah melemahnya ekonomi terbesar kedua di dunia. First Post melaporkan.

Untuk kelompok usia 25–29 tahun, tingkat pengangguran naik tipis menjadi 7,2 persen pada Juli dari 7,1 persen pada Juni. Sementara itu, tingkat untuk kelompok usia 30–59 tahun turun menjadi 3,9 persen dari 4,0 persen.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Kenaikan tajam ini terjadi setelah tingkat pengangguran pemuda sempat turun ke titik terendah dalam 12 bulan pada Juni, ketika perbaikan musiman di pasar tenaga kerja memberikan sedikit kelegaan.

Memburuknya pasar tenaga kerja terjadi saat serangkaian indikator ekonomi Juli menunjukkan kelemahan baru. Output industri dan penjualan ritel melambat, sementara pinjaman bank menyusut untuk kedua kalinya, menunjukkan permintaan domestik yang menurun dan momentum ekonomi yang lebih lemah.

Data ini menambah tekanan pada pembuat kebijakan untuk memperkuat dukungan terhadap pertumbuhan, terutama saat lulusan muda memasuki pasar tenaga kerja. China telah menghadapi tantangan berkelanjutan di sektor properti, pengeluaran konsumen yang hati-hati, dan permintaan sektor swasta yang menurun.

Meskipun ada tanda-tanda kelemahan ekonomi, China diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan pinjaman tetap stabil. []

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Info MINA
Internasional
Internasional