Perancis Minta Lebanon Bentuk Pemerintahan Baru Dalam “Waktu yang Masuk Akal”

Paris, MINA – Perancis mendesak para politisi Lebanon membentuk pemerintahan baru dalam “kerangka waktu yang masuk akal” untuk mengangkat negara itu keluar dari krisis yang parah, kata sumber diplomatik Perancis, Selasa (22/9).

Namun, para politisi belum menetapkan tenggat waktu baru pembentukan setelah batas waktu pada pertengahan September terlewat.

Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan kepada para pemimpin politik pada Senin bahwa negara itu menuju “ke neraka” jika kabinet baru tidak dibentuk dengan cepat untuk mengeluarkan negara itu dari krisis terburuknya sejak perang saudara 1975-1990, demikian MEMO melaporkan.

Namun, politisi sektarian negara itu tetap buntu tentang bagaimana memilih menteri untuk menyusun reformasi ekonomi.

Politisi telah memberi tahu Presiden Perancis Emmanuel Macron dalam kunjungannya setelah ledakan besar Agustus di Beirut bahwa mereka akan membentuk kabinet ahli dalam 15 hari, mempercepat proses yang biasanya memakan waktu berbulan-bulan. Batas waktu itu telah berlalu pekan lalu.

Negara itu semakin kacau pada hari Selasa setelah ledakan mengguncang Lebanon selatan. Seorang sumber keamanan mengatakan, itu terjadi di gudang senjata Hizbullah, kelompok yang bersenjata lengkap dan kuat secara politik.

Pembicaraan politik menemui jalan buntu karena permintaan Hizbullah dan sekutunya, Gerakan Amal, yang meminta beberapa kursi menteri, termasuk menteri keuangan.

Sumber diplomat Perancis itu mengatakan, Pemerintah Paris enggan menetapkan tenggat waktu baru dan justru memberi politisi Lebanon lebih banyak waktu asalkan mereka bekerja untuk memenuhi permintaan Perancis akan kabinet menteri dengan keahlian untuk menyampaikan reformasi.

“Prancis membiarkan mereka bergerak maju, tetapi dalam jangka waktu yang wajar,” kata sumber Perancis itu. (T/RI-1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)