Perancis Serukan Perundingan Darurat Pulihkan Gencatan Senjata di Suriah

Paris, 25 Rajab 1437/3 Mei 2016 (MINA) – Perancis menyerukan, Senin (2/5), kepada Grup Dukungan Suriah Internasional (ISSG) untuk mengadakan pembicaraan mendesak tingkat menteri guna memulihkan gencatan senjata yang terlanggar di negara tersebut, mengutuk serangan udara mematikan oleh Pemerintah Damaskus.

“Paris mendesak 17 negara anggota ISSG untuk memulihkan gencatan senjata, menegaskan kembali kebutuhanmelindungi penduduk sipil … dan memberikan kesempatan negosiasi menuju penyelesaian politik,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Perancis, Romain Nadal.

“Perancis sangat mengutuk serangan rezim (Damaskus) yang telah menyebabkan banyak korban (dan) menyerukan para pendukung rezim (Rusia dan Iran) … untuk menggunakan pengaruh mereka pada Damaskus untuk membungkam senjata mereka,” tambahnya dalam sebuah pernyataan.

Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Marc Ayrault, berbicara selama perjalanan ke Mali, menambahkan bahwa Perancis “benar-benar sedang memobilisasi” untuk menekan proses perdamaian dilanjutkan secepat mungkin.

“Untuk itu serangan di Aleppo harus berhenti,” katanya.

“Kami telah memberitahu mitra AS (Amerika Serikat) bahwa kami yang ingin tekanan terbesar diberikan kepada Rusia yang ikut campur tangan dengan rezim Damaskus. Mendukung Moskow untuk menghentikan pemboman Aleppo,” ujarnya.

ISSG yang diketuai oleh Amerika Serikat dan Rusia, menengahi kesepakatan “penghentian permusuhan” di Suriah, 27 Februari lalu.

Namun gencatan senjata telah hancur dalam sepekan terakhir, terutama di Aleppo, di mana lebih dari 250 warga sipil termasuk sejumlah 50 anak-anak telah tewas sejak 22 April lalu, dalam serangan udara yang dilakukan oleh Pemerintah Suriah.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry, saat ini sedang berada di Jenewa dalam upaya untuk menyelamatkan gencatan senjata, mengatakan perang sipil Suriah “dalam banyak hal berada di luar kendali”.

Utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura mengatakan telah melakukan negosiasi antara pihak pemerintah dengan oposisi Suriah sejak awal tahun lalu, diperkirakan akan mempertahankan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Moskow, Selasa ini. (T/P002/R05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)