Banda Aceh, MINA – Direktur Utama PT PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa telah terjadi kegagalan sinkronisasi jaringan kelistrikan di Aceh sehingga seluruh wilayah provinsi itu terputus dari sistem kelistrikan Sumatera.
Hal tersebut ia jelaskan dalam konferensi pers daring bersama Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, Selasa siang (9/12).
Menurut Darmawan, proses pemulihan belum dapat dilakukan secara cepat karena setiap upaya sinkronisasi antara jalur Arun–Bireuen–Banda Aceh mengalami ketidakstabilan.
Pada Senin (8/12), PLN sebenarnya telah mencoba mengalirkan listrik dari pembangkit Arun menuju Banda Aceh. Sinkronisasi dari Arun ke Bireuen berjalan baik, begitu juga dari Bireuen ke Sigli.
Baca Juga: Semeru Erupsi Dua Kali Hari Ini, Warga Diminta Jauhi Aliran Besuk Kobokan
Namun, saat aliran listrik memasuki wilayah Sigli, sistem kembali tidak stabil dan menyebabkan pembangkit padam pada malam harinya.
Ia menegaskan bahwa kendala teknis lain muncul akibat terputusnya jaringan transmisi Langsa–Pangkalan Brandan. Kondisi tersebut membuat Aceh terisolasi sepenuhnya dari rantai sistem kelistrikan Sumatera mulai dari Sumatera Selatan hingga Aceh.
Darmawan menyebutkan bahwa PLN menargetkan proses pemulihan total dapat selesai pada Ahad (14/12), termasuk penormalan pasokan listrik menuju Banda Aceh.
Untuk mengurangi dampak pemadaman bergilir yang mencapai sekitar 42 MW di wilayah Banda Aceh, PLN menurunkan sejumlah genset dan pembangkit tambahan selama masa pemulihan lima hari tersebut.
“Kami berupaya agar kondisi Banda Aceh dapat berangsur membaik dari hari ke hari,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas gangguan yang terjadi dan meminta arahan lebih lanjut dari Menteri ESDM. []
Baca Juga: BPOM Ungkap Sejumlah Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin
















Mina Indonesia
Mina Arabic