MINA – Informasi terkait penjajah Israel yang terus-menerus melanggar gencatan senjata dengan terus melakukan genosida di Gaza, Palestina menjadi sorotan pembaca Minanews.net dalam sepekan (26 Januari – 1 Februari 2026)
Israel kembali melancarkan serangkaian serangan udara dan artileri di berbagai wilayah Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir, menewaskan sedikitnya 37 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya, meskipun perjanjian gencatan senjata masih berlaku. Serangan terbaru ini menambah daftar panjang pelanggaran Israel sejak gencatan senjata diberlakukan awal Oktober lalu.
Pertahanan Sipil Gaza melaporkan bahwa sejak Sabtu (31/1) dini hari, sedikitnya 32 warga Palestina tewas akibat serangan udara Israel, termasuk perempuan dan anak-anak. Sumber medis mengonfirmasi lima korban jiwa, terdiri dari tiga anak dan dua perempuan, akibat serangan yang menghantam sebuah apartemen di lingkungan Rimal, Gaza City bagian barat.
Di wilayah selatan Gaza, tepatnya di Khan Younis, tujuh warga Palestina syahid setelah serangan Israel menargetkan tenda pengungsi di kawasan Asdaa. Korban terdiri dari seorang ayah, tiga putranya, serta tiga cucunya yang masih berusia anak-anak, menurut laporan paramedis Rumah Sakit Nasser.
Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera
Serangan lain juga dilaporkan terjadi di lingkungan al-Tuffah, Gaza City bagian timur, yang menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka. Jet tempur Israel turut menggempur Jalan al-Jalaa di barat laut Gaza City serta dua kali serangan di timur Kamp Pengungsi Bureij. Selain itu, militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi sebelum membombardir gedung administrasi Kamp Ghaith di Khan Younis, yang menampung ratusan pengungsi.
Kementerian Dalam Negeri Gaza menyebutkan bahwa Israel juga menargetkan kantor polisi Sheikh Radwan di Gaza City barat. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 13 orang, termasuk empat petugas polisi perempuan, serta melukai sejumlah lainnya. Tim penyelamat masih melakukan pencarian terhadap korban yang diduga tertimbun reruntuhan bangunan.
Korban jiwa tambahan dilaporkan akibat serangan terhadap sebuah rumah di lingkungan al-Nasr, Gaza City, yang menewaskan tiga warga Palestina. Sementara itu, seorang pria Palestina dilaporkan tewas akibat tembakan pasukan Israel di wilayah timur Jabalia, Gaza utara.
Di sisi lain, militer Israel mengklaim bahwa serangan-serangan tersebut menargetkan anggota Hamas dan Jihad Islam serta infrastruktur militer kedua kelompok tersebut. Klaim ini dibantah oleh otoritas Gaza yang menyebut sebagian besar korban merupakan warga sipil.
Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa
Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, sejak gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober 2025, Israel telah melakukan sedikitnya 1.450 pelanggaran, menewaskan 524 warga Palestina dan melukai 1.360 lainnya. Israel juga dilaporkan menangkap sedikitnya 50 warga Palestina dari wilayah permukiman, jauh dari area yang diatur dalam perjanjian gencatan senjata.
Di sektor kemanusiaan, Israel disebut hanya mengizinkan masuk sekitar 28.927 truk bantuan dari total 66.600 truk yang disepakati, atau sekitar 43 persen tingkat kepatuhan. Perang selama dua tahun di Gaza telah menewaskan hampir 71.800 warga Palestina, melukai lebih dari 171.400 orang, serta menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil, dengan estimasi biaya rekonstruksi mencapai 70 miliar dolar AS menurut PBB.
Terkait ini, surat kabar Israel, Haaretz, pada Kamis (29/1) melaporkan, militer Israel megakui bahwa, jumlah korban tewas sekitar 71.000 jiwa sebagian besar benar, dan menambahkan angka tersebut tidak termasuk mereka yang hilang dan terkubur di bawah reruntuhan.
Pelanggaran Israel ini menuai kecaman luas dari berbagai pihak internasional. Yordania dan Mesir mengecam keras serangan terbaru yang dinilai mengancam stabilitas gencatan senjata. Sementara itu, Utusan Palestina untuk PBB Riyad Mansour mendesak penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza, menegaskan bahwa pendudukan ilegal harus diakhiri demi mengakhiri penderitaan rakyat Palestina.[]
Baca Juga: Empat Warga Palestina Syahid dalam Pelanggaran Terbaru Israel di Gaza
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic