Pramuka Madrasah Catatkan Rekor Dunia Pembacaan Pantun Talibun

(Foto: Kemenag)

Bangka Tengah, 19 Sya’ban 1438/16 Mei 2017 (MINA) – Pembukaan Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) III di Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) diwarnai dengan pencatatan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

“Telah dicatatkan terdapat sebanyak 2.172 peserta pramuka yang telah melansirkan talibun pada pagi hari ini. Karenanya, kami mewakili MURI mencatatkan peristiwa pagi hari ini sebagai rekor dunia,” kata perwakilan MURI disambut tepuk tangan hadirin, Selasa (16/5), demikian keterangan pers Kemenag.

Menurutnya, MURI merupakan lembaga yang mencatatkan prestasi, karya dan karsa anak bangsa Indonesia. “Kami merasa terhormat untuk menjadi saksi dalam pencatatan rekor MURI, yaitu Melansir Talibun oleh pramuka terbanyak,” ujarnya.

Talibun adalah seni tutur folklor Bumi Serumpun Sebalai Bangka Belitung yang merupakan pantun enam baris sampai dengan dua belas baris sampiran dan baris isi. Adapun para pembacanya dikenal dengan sebutan pelansir.

Sebelumnya, ribuan pramuka madrasah membentuk barisan untuk melansir pantun Melayu Talibun. Di hadapan mereka, 10 pembaca pantun dengan 20 pengiring yang mengenakan pakaian adat khas Babel membentuk tiga barisan ke belakang.

Pembacaan pantun diawali oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dilanjutkan Gubernur Babel Erzaldi Rosman, dan Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin. Bagian selanjutnya, 10 pembaca pantun mendapat giliran berikutnya secara bergantian.

Setiap pantun yang mereka bacakan, selalu diakhiri dengan pekikan: “Inilah Salamku.”

Pekikan ini lalu dijawab serempak oleh ribuan pramuka dengan lansiran Pantun Talibun: “Salam salam salam, Pramuka Madrasah Cinta NKRI.”

Piagam MURI diberikan kepada Menag Lukman Hakim Saifuddin, Gubernur Babel Erzaldi Rosman, dan Pemrakarsa Gebyar Pantun Melayu Talibun, Mardani. (T/R01/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)