Gaza, MINA – Warga Gaza menyoroti proyek pertama yang akan dikerjakan oleh Board of Peace (BoP), lembaga bentukan Amerika Serikat yang bertugas mengawal implementasi perdamaian dan rekonstruksi Gaza. BoP memulai proyek pertamanya dengan pembangunan sebuah markas militer untuk menampung pasukan stabilisasi internasional.
Langkah tersebut memicu sorotan dari warga Gaza karena proyek perdana yang dijalankan bukan pembangunan fasilitas sipil bagi warga Gaza yang terdampak perang, tetapi justru untuk para tentara.
Mengutip Al-Jazeera, Jumat (7/8), markas tersebut akan dibangun di wilayah selatan Gaza dekat perbatasan Israel dan dirancang sebagai pangkalan bagi sekitar 150 personel militer dari Maroko yang tergabung dalam International Stabilization Force (ISF).
Proyek itu menjadi kontrak pembangunan pertama yang diterbitkan BoP sejak lembaga tersebut dibentuk awal tahun ini.
Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera
BoP menjelaskan keberadaan markas militer diperlukan untuk mendukung keamanan, mengawal distribusi bantuan kemanusiaan, serta menciptakan kondisi yang memungkinkan proses rekonstruksi berlangsung.
Pembangunan markaz tersebut disebut sebagai tahap awal dari rencana lebih besar penempatan pasukan internasional guna mendukung implementasi kesepakatan gencatan senjata dan transisi pemerintahan sipil di Gaza.
Namun, keputusan itu menuai kritik dari berbagai kalangan. Sejumlah pengamat menilai masyarakat Gaza saat ini jauh lebih membutuhkan pembangunan rumah, rumah sakit, sekolah, jaringan air bersih, dan pembangkit listrik dibandingkan fasilitas militer.
Kritik juga muncul karena sekitar 80 persen infrastruktur Gaza dilaporkan rusak atau hancur akibat perang, sementara jutaan warga masih bergantung pada bantuan kemanusiaan.
Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa
BoP sejatinya dibentuk untuk mengawasi pelaksanaan peta jalan perdamaian Gaza, termasuk proses pelucutan senjata Hamas, penarikan bertahap pasukan Israel, pembentukan pemerintahan sipil transisi Palestina, serta koordinasi rekonstruksi bersama negara-negara anggota.
Pembangunan markas militer ini diperkirakan akan menjadi ujian awal bagi efektivitas BoP. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Empat Warga Palestina Syahid dalam Pelanggaran Terbaru Israel di Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic