Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga Gaza Soroti Proyek Pertama BoP Bangun Markas Militer

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:59 WIB

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:59 WIB

30 Views ㅤ

Ilustrasi: Kondisi di Jalur Gaza (Foto: Omar Ashtawy/APA Image)

Gaza, MINA – Warga Gaza menyoroti proyek pertama yang akan dikerjakan oleh Board of Peace (BoP), lembaga bentukan Amerika Serikat yang bertugas mengawal implementasi perdamaian dan rekonstruksi Gaza. BoP memulai proyek pertamanya dengan pembangunan sebuah markas militer untuk menampung pasukan stabilisasi internasional.

Langkah tersebut memicu sorotan dari warga Gaza karena proyek perdana yang dijalankan bukan pembangunan fasilitas sipil bagi warga Gaza yang terdampak perang, tetapi justru untuk para tentara.

Mengutip Al-Jazeera, Jumat (7/8), markas tersebut akan dibangun di wilayah selatan Gaza dekat perbatasan Israel dan dirancang sebagai pangkalan bagi sekitar 150 personel militer dari Maroko yang tergabung dalam International Stabilization Force (ISF).

Proyek itu menjadi kontrak pembangunan pertama yang diterbitkan BoP sejak lembaga tersebut dibentuk awal tahun ini.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

BoP menjelaskan keberadaan markas militer diperlukan untuk mendukung keamanan, mengawal distribusi bantuan kemanusiaan, serta menciptakan kondisi yang memungkinkan proses rekonstruksi berlangsung.

Pembangunan markaz tersebut disebut sebagai tahap awal dari rencana lebih besar penempatan pasukan internasional guna mendukung implementasi kesepakatan gencatan senjata dan transisi pemerintahan sipil di Gaza.

Namun, keputusan itu menuai kritik dari berbagai kalangan. Sejumlah pengamat menilai masyarakat Gaza saat ini jauh lebih membutuhkan pembangunan rumah, rumah sakit, sekolah, jaringan air bersih, dan pembangkit listrik dibandingkan fasilitas militer.

Kritik juga muncul karena sekitar 80 persen infrastruktur Gaza dilaporkan rusak atau hancur akibat perang, sementara jutaan warga masih bergantung pada bantuan kemanusiaan.

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

BoP sejatinya dibentuk untuk mengawasi pelaksanaan peta jalan perdamaian Gaza, termasuk proses pelucutan senjata Hamas, penarikan bertahap pasukan Israel, pembentukan pemerintahan sipil transisi Palestina, serta koordinasi rekonstruksi bersama negara-negara anggota.

Pembangunan markas militer ini diperkirakan akan menjadi ujian awal bagi efektivitas BoP. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Rekomendasi untuk Anda