MAHASISWA-KENYA-300x169.jpg" alt="Tentara Kenya menyelamatkan mahasiswa yang terluka saat penyerangan di Universitas Garissa, Kamis 2 April 2015. (Foto: Getty Images)" width="300" height="169" /> Tentara Kenya menyelamatkan mahasiswa yang terluka saat penyerangan di Universitas Garissa, Kamis 2 April 2015. (Foto: Getty Images)
Nairobi, 14 Jumadil Akhir 1436/3 April 2015 (MINA) – Setelah pasukan Kenya membersihkan asrama universitas di Kota Garissa, timur laut Kenya, sedikitnya 147 orang tewas oleh serangan dan penyanderaan sekelompok pria bersenjata, Kementerian Dalam Negeri mengatakan.
Beberapa pria bersenjata menyerang kampus setelah fajar pada Kamis (2/4) dan bersembunyi di asrama bersama para sandera hingga malam.
Para pejabat mengatakan, sekitar 79 mahasiswa luka-luka dalam serangan itu dan 587 orang telah dievakuasi.
Pasukan keamanan mengepung gedung dan terjadi baku tembak dengan pelaku penyanderaan.
Baca Juga: Israel Tunjuk Duta Besar Pertama untuk Somaliland, Somalia Mengecam
Saksi mengatakan kepada Al-Jazeera yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), mereka mendengar suara tembakan berat dan melihat asap yang berasal dari kampus pada Kamis malam.
Menteri Dalam Negeri, Joseph Nkaissery mengatakan, empat penyerang mengikat dirinya dengan bahan peledak.
Serangan itu adalah yang terburuk di Kenya sejak pemboman 1998 di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Nairobi oleh Al-Qaeda, ketika 213 orang tewas akibat bom truk besar.
Pada tahun 2013, Al-Shabab mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap mall Westgate yang menewaskan 67 orang tewas.
Baca Juga: PBB: 2.042 Orang Tewas Akibat Serangan ke Layanan Medis Sudan sejak Konflik 2023
Serangan Kamis dimulai ketika granat pertama digunakan meledakkan gerbang universitas sebelum fajar.
Orang-orang bersenjata bertopeng kemudian menyerbu universitas di saat mahasiswa sedang tidur di asramanya. Para penyerang menembak mati puluhan orang sebelum mengambil sandera.
Para penyerang menetapkan mahasiswa Muslim bebas dan menyandera orang-orang Kristen.
Kelompok Al-Qaeda Somalia, Al-Shabaab mengatakan, serangan itu dilancarkan sebagai pembalasan terhadap Kenya yang mengirim pasukan untuk memerangi mereka di Somalia.
Baca Juga: Iran Izinkan 6 Kapal Bangladesh Melewati Selat Hormuz
Presiden Kenya Uhuru Kenyatta mengatakan, kurangnya infrastruktur keamanan telah memberikan kontribusi terhadap krisis tersebut.
Setelah serangan itu, Kementerian Dalam Negeri mengumumkan jam malam 12 jam mulai pukul 18:30 waktu setempat di Kabupaten Garissa, Wajir, Mandera, dan Tana River. (T/P001/R05)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
Baca Juga: Kelompok Bersenjata JNIM Perluas Jangkauannya ke Negara-Negara Pesisir Afrika
















Mina Indonesia
Mina Arabic