Khartoum, MINA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan sedikitnya 2.042 orang tewas akibat serangan ke layanan medis Sudan sejak konflik bersenjata pecah pada 2023.
Dalam pernyataan bersama, dua badan PBB, yakni Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Dana Anak-Anak PBB (UNICEF), menyebutkan bahwa korban tewas akibat serangan ke layanan medis Sudan tersebut terjadi dalam 214 serangan terhadap fasilitas kesehatan, dengan tambahan 785 orang luka-luka.
PBB menegaskan bahwa serangan ke layanan medis Sudan terus meningkat baik dari sisi skala maupun frekuensi, sehingga memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah parah di negara itu.
Pada kuartal pertama 2026 saja, tercatat 184 orang tewas dan 295 orang luka-luka akibat serangan terhadap fasilitas kesehatan di Sudan.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Perwakilan WHO untuk Sudan, Shible Sahbani, menyatakan bahwa serangan ke layanan medis Sudan semakin membatasi akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang sangat dibutuhkan.
“Serangan-serangan ini semakin membatasi akses ke layanan kesehatan pada saat layanan tersebut paling dibutuhkan,” ujarnya. Mengutip Antara, Senin (6/4).
Sementara itu, perwakilan UNICEF Sheldon Yett menegaskan bahwa serangan ke layanan medis Sudan, termasuk rumah sakit, merupakan pelanggaran serius terhadap hak anak karena menghilangkan akses perlindungan dan layanan penting bagi mereka.
PBB juga menekankan bahwa serangan terhadap fasilitas kesehatan, tenaga medis, dan pasien di Sudan melanggar hukum humaniter internasional serta memperparah kondisi kemanusiaan di wilayah konflik.
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Oleh karena itu, PBB menyerukan kepada semua pihak yang bertikai untuk menghentikan serangan ke layanan medis Sudan, melindungi warga sipil dan tenaga kesehatan, serta memastikan akses aman terhadap layanan kesehatan.
Konflik Sudan sendiri berlangsung sejak pertengahan April 2023 antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF), yang telah menyebabkan puluhan ribu korban jiwa dan jutaan orang mengungsi. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur
















Mina Indonesia
Mina Arabic