Netivot, MINA – Kawanan lebah dilaporkan menyerbu Kota Netivot, wilayah selatan Israel dan mengganggu aktivitas militer, termasuk mendekati sejumlah pesawat militer di kawasan tersebut, Rabu (15/4).
Laporan menyebutkan, kawanan lebah dalam jumlah besar tiba-tiba memenuhi area Kota Netivot, menyebabkan kepanikan di kalangan warga serta personel militer yang berada di lokasi.
Serangan lebah itu bahkan dilaporkan mendekati fasilitas militer dan pesawat yang tengah beroperasi. Media KAN melaporkan, Kamis (1/4).
Media setempat menyebutkan, insiden ini membuat aktivitas di beberapa titik terganggu sementara waktu, terutama di area terbuka yang menjadi jalur pergerakan pasukan. Sejumlah personel dilaporkan harus menghindar dari serbuan lebah untuk menghindari sengatan yang berpotensi membahayakan.
Baca Juga: Tim Hukum Tahanan Palestina Adukan Israel ke ICC atas Kejahatannya
Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, namun beberapa orang dilaporkan mengalami sengatan lebah. Otoritas setempat segera mengerahkan tim penanganan untuk mengendalikan situasi dan mengevakuasi area yang terdampak.
Fenomena serangan lebah dalam jumlah besar seperti ini tergolong jarang, namun dapat terjadi akibat perubahan lingkungan, gangguan habitat, atau faktor cuaca ekstrem yang memicu agresivitas koloni lebah.
Dalam beberapa kasus di berbagai negara, serangan lebah massal juga pernah menyebabkan gangguan serius pada aktivitas manusia.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, di mana aktivitas militer Israel sedang berada dalam kondisi siaga tinggi.
Baca Juga: Hamas Kutuk Pernyataan Wapres AS soal Bantuan Gaza
Gangguan tak terduga seperti ini dinilai dapat memengaruhi kesiapan operasional di lapangan, meski bersifat sementara. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Afghanistan Kirim Lebih dari 500 Ton Bantuan ke Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic