Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ribuan Warga AS Turun ke Jalan Protes Agresi Terhadap Iran

Hasanatun Aliyah Editor : Rudi Hendrik - Selasa, 10 Maret 2026 - 23:19 WIB

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:19 WIB

57 Views

Ilustrasi Demo di Amerika Serikat (foto: Combat anti-Semitism)
Ilustrasi Demo di Amerika Serikat (foto: Combat anti-Semitism)

New York, MINA – Para pengunjuk rasa berdemo di lebih dari 50 kota di Amerika Serikat (AS) selama akhir pekan untuk memprotes agresi AS-Israel terhadap Iran, menurut laporan Tasnim News Agency, Selasa (10/3).

Para pengunjuk rasa menyerukan penghentian segera agresi militer yang dimulai pada 28 Februari dengan serangan gabungan AS dan Israel yang menargetkan instalasi militer Iran, fasilitas nuklir, para pemimpin, serta infrastruktur sipil.

Di Manhattan, New York City, ratusan orang berkumpul di Union Square. Mereka meneriakkan yel-yel termasuk “Ancaman Terbesar di Dunia Saat Ini: Donald Trump dan AS” dan “Trump Katakan Lebih Banyak Perang, Kami Katakan Tidak Lagi”.

Para demonstran membawa plakat bertuliskan “Tangan dari Iran”, “Tidak Ada Perang Baru AS di Timur Tengah” dan “Uang untuk Kebutuhan Rakyat, Bukan Perang dengan Iran.”

Baca Juga: Trump Ancam Gunakan Veto Usai Demokrat Menang Pemilu Sela AS

“Ini adalah perang yang tidak adil. Ini adalah perang perubahan rezim lainnya, yang biasanya datang dari alasan yang jelas-jelas korup seperti ekspansi wilayah pada dasarnya menjajah negara lain, memanfaatkan mereka,” kata Maya, salah seorang pengunjuk rasa di alun-alun, kepada Xinhua.

“Dari yang saya lihat, kita menghabiskan satu miliar dolar AS per hari untuk perang ini sementara kita berada dalam krisis keterjangkauan. Jadi jelas uang itu harus digunakan untuk warga AS. Itu bisa digunakan untuk perawatan kesehatan, untuk perawatan anak yang lebih baik, transportasi umum, apa saja kecuali perang ini,” tambahnya.

Para pembicara dalam aksi unjuk rasa mengutuk serangan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional dan menuduhnya merusak stabilitas Timur Tengah. Mereka mendesak Kongres untuk bertindak cepat menghentikan operasi tersebut.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Demokrat Unggul di Pemilu Sela AS, Keisha Bottoms hingga Deb Haaland Ukir Sejarah Baru

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Eropa
Timur Tengah
Internasional
Internasional