Kathmandu, MINA – Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dahsyat yang melanda perbatasan Nepal-Tibet terus meningkat. Hingga Rabu (2/9), otoritas Nepal mencatat 1.114 warga tewas, sementara 3.916 orang masih dinyatakan hilang, menurut Otoritas Manajemen Bencana Nasional Nepal.
Bencana ini dipicu oleh runtuhnya gletser di dataran tinggi Himalaya yang memicu gelombang air raksasa, lumpur, dan puing-puing yang menyapu pemukiman di sepanjang sistem sungai Bhotekoshi dan Trishuli. ABC News melaporkan.
Departemen Luar Negeri AS menyatakan pihaknya sedang melacak sekitar 75 warga Amerika yang belum ditemukan di wilayah lintas batas Nepal-Tibet. Sebanyak 14 warga AS telah berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Sementara itu, media negara China, Xinhua, melaporkan bahwa di sisi Tibet, sekitar 546 orang masih hilang dan 16 lainnya tewas akibat bencana yang sama.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
21.000 Personel Dikerahkan
Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah, mengatakan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan telah melibatkan lebih dari 21.000 personel keamanan dari kepolisian nasional, tentara, dan kepolisian bersenjata.
Hingga Rabu pagi, tim medis telah memberikan perawatan kepada setidaknya 4.070 orang di berbagai distrik terdampak.
“Kami bergerak maju dari pencarian dan penyelamatan menuju rehabilitasi,” ujar Shah dalam unggahan media sosialnya.
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Pemerintah Nepal telah menggelontorkan dana sekitar 1 miliar rupee Nepal (sekitar Rp115 miliar) untuk pembangunan kembali wilayah yang hancur. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur
















Mina Indonesia
Mina Arabic