Jakarta, MINA — Kualitas udara di wilayah DKI Jakarta pada Sabtu (10/1) tercatat masih bertahan pada level yang sama seperti beberapa hari terakhir. Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI⁺ US) di Ibu Kota berada di angka 77, yang termasuk dalam kategori sedang.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara Jakarta belum mengalami perubahan signifikan, meski tidak berada pada level yang berbahaya. Pada kategori sedang, kualitas udara dinilai masih dapat diterima bagi kesehatan secara umum, namun kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta penderita gangguan pernapasan disarankan untuk membatasi aktivitas luar ruangan dalam waktu lama.
Pemantauan kualitas udara ini menjadi perhatian penting mengingat Jakarta kerap menghadapi persoalan polusi udara yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, hingga kondisi cuaca. Dalam beberapa hari terakhir, minimnya curah hujan dan tingginya mobilitas masyarakat turut berkontribusi terhadap stagnasi kualitas udara di level tersebut.
Pemerintah daerah sebelumnya terus mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kualitas lingkungan, salah satunya dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum. Selain itu, penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan juga dianjurkan sebagai langkah pencegahan dampak polusi terhadap kesehatan.
Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar
Kualitas udara Jakarta dipantau secara berkala melalui sejumlah stasiun pemantau yang terintegrasi dengan sistem nasional dan internasional. Data tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bagi masyarakat dalam merencanakan aktivitas sehari-hari sekaligus mendorong kesadaran bersama akan pentingnya udara bersih bagi keberlangsungan hidup. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo
















Mina Indonesia
Mina Arabic