Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sampah Menumpuk di Gaza, Krisis Lingkungan Picu Risiko Kesehatan Warga

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 12 Februari 2026 - 20:43 WIB

Kamis, 12 Februari 2026 - 20:43 WIB

5 Views ㅤ

Ilustrasi: seorang gadis kecil Palestina berdiri di antara reruntuhan bangunan di Jalur Gaza. (Foto: Afaaq News Agency)

Gaza City, MINA — Akumulasi sampah raksasa yang menimbun jantung Kota Gaza telah berubah menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan lingkungan masyarakat setelah bertahun-tahun infrastruktur pembuangan rusak akibat konflik berkepanjangan di Palestina.

Gunungan sampah yang mencapai ratusan ribu meter kubik kini menutupi area pasar bersejarah Firas Market, sebuah pusat perdagangan yang dulu menjadi pusat kehidupan warga Gaza.

Kondisi ini menciptakan bau menyengat serta menarik serangga dan hama, memperburuk situasi bagi ribuan keluarga yang tinggal di sekitar lokasi. Wafa melaporkan, Kamis (12/2).

Warga setempat mengeluhkan meningkatnya penyakit yang berkaitan dengan sanitasi, seperti infeksi saluran pernapasan dan gangguan pencernaan, karena tumpukan limbah berada di dekat tempat tinggal dan area pergerakan mereka sehari-hari. Ketidakmampuan layanan kota untuk mengangkut sampah sejak pecahnya konflik pada 2023 menjadi salah satu penyebab utama krisis ini.

Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera

Menanggapi situasi tersebut, Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Development Programme / UNDP) bekerja sama dengan pihak berwenang kota mulai mengangkut dan memindahkan lebih dari 300.000 meter kubik sampah dari pusat kota ke lokasi sementara yang lebih aman di Abu Jarad, di selatan Gaza, dengan target penyelesaian selama beberapa bulan ke depan.

Kegiatan pembersihan ini juga didukung oleh Dana Kemanusiaan dan Operasi Bantuan Kemanusiaan Uni Eropa untuk mengurangi dampak kesehatan masyarakat serta memulihkan ruang publik yang telah terkubur limbah selama lebih dari dua tahun sejak akses ke tempat pembuangan akhir utama di Juhr al-Dik diblokir oleh kondisi keamanan perang.

Para ahli lingkungan dan kesehatan mengingatkan bahwa meskipun operasi pemindahan sampah ini dapat membantu meringankan risiko akut, tantangan jangka panjang masih tetap ada, termasuk pemulihan sistem pengelolaan limbah yang efektif dan akses yang aman ke fasilitas pembuangan yang layak bagi warga Gaza.

Krisis sampah di Kota Gaza merupakan salah satu dampak samping serius dari konflik antara Israel dan kelompok bersenjata Palestina yang telah menghancurkan sebagian besar infrastruktur sipil di wilayah itu.

Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa

Sistem pengelolaan limbah, yang sebelumnya sudah terhambat oleh blokade dan keterbatasan sumber daya, kolaps secara total setelah pecahnya perang pada Oktober 2023.

Akibatnya, tumpukan sampah tidak hanya mengganggu aspek estetika kota tetapi juga menjadi sumber penyakit dan polusi lingkungan yang mengancam jutaan penduduk di daerah yang sempit dan padat tersebut. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Empat Warga Palestina Syahid dalam Pelanggaran Terbaru Israel di Gaza

Rekomendasi untuk Anda