Teheran, MINA – Satu pilot Amerika Serikat berada di wilayah Iran, usai pesawatnya ditembak jatuh, membuat situasi Washington kian terdesak dalam konflik, yang menurut jajak pendapat sedang berjuang untuk memenangkan dukungan publik yang signifikan.
Kemungkinan pilot tersebut masih hidup. Teheran mengiming-imingi hadiah besar bagi siapa pun yang dapat menemukannya, dan melaporkannya ke pemerintah. Demikian dikutip dari Arab48, Sabtu (4/4).
Situasi ini akan semakin menyudutkan Presiden Donald Trump yang baru saja didemo oleh jutaan rakyatnya yang menentang kebiijakannya melakukan agresi ke Iran, yang dianggap merugikan ekonomi rakyat AS.
Para pejabat Iran dan AS mengatakan pada Jumat (3/4) bahwa dua pesawat tempur AS telah ditembak jatuh di atas Iran dan Teluk, dan dua pilot telah diselamatkan, sementara pilot ketiga masih hilang dan dikejar oleh pasukan Teheran.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Para pejabat dari kedua negara mengatakan pesawat pertama, pesawat tempur F-15E, ditembak jatuh oleh Iran. Sementara pejabat AS mengatakan pesawat kedua, A-10, terkena tembakan Iran dan jatuh di atas Kuwait, mendorong pilotnya untuk melompat keluar dari kursi pilot.
Dua helikopter Black Hawk yang terlibat dalam pencarian pilot yang hilang juga berada di bawah tembakan Iran, tetapi berhasil keluar dari wilayah udara Iran, kata para pejabat. Sementara belum jelas berapa banyak awak yang terluka.
Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah menyisir daerah dekat lokasi jatuhnya pesawat di barat daya Iran, dengan janji dari gubernur wilayah itu untuk memberikan medali penghargaan kepada siapa pun yang menangkap atau membunuhnya.
Militer Israel menyebutkan bahwa sekitar 20 persen sistem rudal permukaan ke udara Iran masih bisa beroperasi.
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
Seorang perwira senior di Angkatan Udara Israel mengatakan, “Kami beroperasi di wilayah udara Iran di bawah bahaya besar, dan Iran masih memiliki sistem rudal.”
“Mereka menembaki kami sepanjang waktu, dan kami selalu memperhitungkan kemungkinan pesawat terkena, dan Iran menyiapkan penyergapan. Mereka kreatif dan kami harus mempelajari metode mereka,” lanjutnya.
Insiden tersebut menyoroti bahaya yang masih dihadapi pesawat AS dan Israel di atas wilayah Iran, meskipun ada pernyataan oleh Presiden AS Donald Trump dan Menteri Perang Pete Higgseth bahwa pasukan AS memegang kendali penuh atas wilayah udara.
Di sisi lain, ada reaksi di dalam Iran, di mana warga Iran yang telah menjadi sasaran pengeboman udara Amerika yang intens selama beberapa pekan telah menyatakan kegembiraan mereka atas jatuhnya kedua pesawat itu.
Baca Juga: Arab Saudi Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan dengan AS di Tengah Serangan Houthi
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengatakan dalam sebuah posting di platform X bahwa tujuan perang AS-Israel “telah berubah dari perubahan rezim menjadi pencarian pilot mereka.”
Seorang pejabat senior pemerintah mengatakan Trump berada di Gedung Putih untuk menerima pembaruan tentang operasi pencarian dan penyelamatan, sementara tidak ada komentar langsung dari Pentagon atau Komando Pusat AS. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
















Mina Indonesia
Mina Arabic