Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saudi Tegaskan Tak akan Izinkan AS Gunakan Wilayah Udaranya untuk Serang Iran

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Rabu, 14 Januari 2026 - 14:19 WIB

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:19 WIB

11 Views ㅤ

Bendera Arab Saudi. (Foto: Anadolu)

Riyadh, MINA – Arab Saudi telah memberi tahu Teheran bahwa Kerajaan tidak akan mengizinkan negara mana pun untuk menggunakan wilayah udaranya untuk menyerang Iran.

Dikutip dari Quds News, Rabu (14/1), Saudi dilaporkan memimpin koalisi Teluk yang mencakup Qatar dan Oman untuk membujuk Gedung Putih agar tidak melakukan tindakan militer. Para pejabat memperingatkan serangan terhadap Iran dapat mengacaukan pasar minyak dan pada akhirnya merugikan ekonomi AS, sekaligus menciptakan kekacauan regional.

Arab Saudi, Oman, dan Qatar berpendapat bahwa upaya untuk menggulingkan rezim Iran dapat memicu kekacauan, memberdayakan kelompok-kelompok ekstremis, dan menciptakan dampak buruk.

Mereka khawatir akan adanya reaksi negatif di dalam negeri dan gangguan terhadap aliran minyak melalui Selat Hormuz yang strategis, jalur utama yang mengangkut hampir seperlima pengiriman minyak dunia.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Menurut World Street Journal (WSJ), para pejabat Saudi telah menekankan bahwa mereka akan tetap berada di luar konflik apa pun dan tidak akan mengizinkan pasukan AS untuk beroperasi dari wilayah mereka.

Laporan tersebut mencatat prioritas utama Arab Saudi adalah stabilitas, terutama karena kerusuhan dapat mengancam program Vision 2030 yang ambisius dari putra mahkota, yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan kerajaan pada pendapatan minyak dan memperluas pariwisata serta pembangunan ekonomi.

Meskipun negara-negara Teluk telah lama menentang rezim Iran, mereka waspada terhadap ketidakpastian yang dapat terjadi setelah intervensi AS.

Pemerintahan Trump belum mengumumkan keputusan akhir tentang tindakan militer terhadap Iran. Opsi yang sedang dipertimbangkan termasuk serangan udara, serangan siber, sanksi baru, atau meningkatkan pesan anti-rezim secara daring. []

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Mi’raj News Agency (MINA) 

Rekomendasi untuk Anda