Sempurnakan e-MTQ, Menag Bertekad Bersihkan MTQ dari Praktek Negatif

Mataram, NTB, 4 Dzulqa’dah 1437/7 Agustus 2016 (MINA) – Menteri Agama Lukman Hakim mengapresiasi antusiasme dan partisipasi aktif masyarakat untuk memantau, mengawasi dan mengawal MTQ berjalan secara jujur, adil, transparan, dan berkualitas.

Menag mengaku bahwa pemerintah sebagai pelayan rakyat telah menyediakan sistem yang mendukung partisipasi aktif publik melalui optimalisasi teknologi informasi dan media, demikian siaran pers Kemenag yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

“Untuk pertama kalinya sekaligus sebagai pembeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, MTQ sekarang menerapkan e-MTQ dan memiliki Media Center. Saat ini aplikasi online e-MTQ memang masih sederhana, sebatas pendaftaran dan kroscek dokumen. Tapi nyatanya itu pun sudah signifikan mengurangi praktik-praktik negatif yang mencederai kesucian kompetisi di bidang Al Quran,” kata Menag dalam sambutannya saat penutupan MTQ Tingkat Nasional ke-26 di Islamic Center, Kota Mataram, Sabtu (6/8) malam.

Aplikasi ini, menurut Menag, ke depan terus disempurnakan sehingga memiliki alur dari hulu ke hilir sebagai sistem yang lengkap. Yakni sistem online yang berjalan secara ringkas tapi akuntabel mulai dari pendaftaran, penilaian, hingga penentuan juara. Dari situ akan lebih menjamin hadirnya juara sejati melalui MTQ yang berintegritas tinggi.

“Mulai saat ini, tak usah lagi ada praktik transfer qari dari daerah lain hanya demi meraih predikat juara. Jangan lagi ada kecurangan oleh siapa pun dalam bentuk apa pun,” tegas Menag.

“Seiring transparansi melalui teknologi, marilah kita tumbuhkan semangat baru untuk melakukan pembinaan potensi putra-putri daerah sendiri. Prestasi akan datang secara membanggakan jika datang dari pembinaan yang berjenjang,” kata Menag.

Lukman  mengatakan selanjutnya, ketika MTQ telah kembali ke khittahnya, maka tugas kita adalah menjamin keberlanjutannya. “Keberlanjutan atau bahasa populernya sustainability kini menjadi isu penting di dunia untuk mengatasi makin hilangnya sumber daya di berbagai sektor,” katanya.

Pada bidang Quran, ujar Menag, ada banyak hal yang mesti kita jaga keberlanjutannya karena sumber referensinya secara kuantitas maupun kualitas.

“Karena itu, MTQ adalah sarana regenerasi untuk menjaga agar ketersediaan referensi selalu terjamin,” ucap Menag.

Pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVI ini, Provinsi Banten berhasil keluar sebagai juara umum dan berhak membawa pulang piala bergilir Presiden RI yang diserahkan langsung Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kepada Gubernur Banten Rano Karno. Peringkat dua diraih provinsi DKI Jakarta,peringkat ketiga diraih Provinsi Riau, dan tuan rumah NTB meraih peringkat keempat.

Sebagai juara umum, Provinsi Banten berhasil meraih juara di 6 golongan lomba yaitu golongan Tartil anak-anak putera, Qiraat Sabah Puteri, Hifdzil Quran 20 juz putera, Tafsir Bahasa Arab putera, Tafsir Bahasa Indonesia putera, dan Syarhil Quran.(T/P011/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)