Baghdad, MINA – Serangan rudal menghantam Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Baghdad, yang terletak di Zona Hijau ibukota Irak yang dijaga ketat.
Beberapa media melaporkan, proyektil mendarat di dalam perimeter kedutaan, meskipun tingkat kerusakan tidak segera dilaporkan. Dikutip dari Meaww News, Sabtu (14/3).
Video yang beredar di media sosial menunjukkan asap mengepul dari dalam kompleks tak lama setelah serangan.
Salah satu rudal menghantam helipad di dalam kompleks kedutaan. Sejauh ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Baca Juga: Bernie Sanders Ungkap AIPAC Gelontorkan Dana Besar untuk Jegal El-Sayed
Kedutaan belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang insiden tersebut.
Beberapa laporan media menunjukkan proyektil itu menghantam di dalam halaman kedutaan, di distrik yang menampung lembaga pemerintah Irak dan beberapa misi diplomatik asing.
Zona Hijau telah lama dianggap sebagai salah satu kawasan paling terlindungi di ibukota Irak, namun telah berulang kali menjadi sasaran roket, drone, dan proyektil lain yang diluncurkan oleh kelompok bersenjata.
Tidak ada kelompok yang segera mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Baca Juga: Adam Hamawy, Dokter Misi Kemanusiaan Gaza yang Kini Terpilih Jadi Anggota Kongres AS
Serangan itu terjadi hanya sehari setelah Kedubed AS memperbarui saran perjalanan Level 4 untuk Irak, memperingatkan warga Amerika tentang potensi ancaman di wilayah tersebut.
Dalam saran yang dikeluarkan, kedutaan memperingatkan bahwa Iran dan beberapa kelompok kekerasan sebelumnya telah menargetkan warga, infrastruktur, dan kepentingan AS di Irak dan dapat terus melakukannya.
Peringatan itu mendesak orang Amerika untuk tidak bepergian ke negara itu karena risiko keamanan yang sedang berlangsung
Kedutaan Besar AS di Baghdad adalah salah satu fasilitas diplomatik Amerika terbesar di dunia dan telah menjadi fokus berbagai serangan.
Baca Juga: Trump Ancam Gunakan Veto Usai Demokrat Menang Pemilu Sela AS
Sebelumnya, Amerika Serikat terpaksa menutup kedutaan besarnya di Arab Saudi dan Kuwait, setelah serangan pesawat tak berawak dan meningkatnya ketegangan regional menyusul pemboman bersama AS-Israel terhadap Iran. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Demokrat Unggul di Pemilu Sela AS, Keisha Bottoms hingga Deb Haaland Ukir Sejarah Baru
















Mina Indonesia
Mina Arabic