Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Doa Lepas dari Lilitan Utang, Bebas dari Kehinaan Dunia

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Jumat, 12 Juni 2026 - 19:01 WIB

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:01 WIB

67 Views ㅤ

Ilustrasi: Belenggu utang. (Kabarmakkah)

KITA semua tentu dapat merasakan beratnya memikul utang yang melilit. Bukan sekadar angka yang tercatat, melainkan beban mental yang menggunung di dada. Setiap malam sebelum tidur, pikiran itu datang lagi, “kapan saya bisa melunasinya? Bagaimana dengan tagihan bulan depan?”

Islam tidak mengharamkan utang. Bahkan, utang menjadi pintas rahmat ketika digunakan untuk hal-hal yang darurat, menambah biaya berobat keluarga di rumah sakit misalnua, atau untuk melunasi biaya sekolah anak agar putra-putri tetap bisa belajar, atau memenuhi kebutuhan pokok saat rezeki sedang seret. Dalam kondisi seperti itu, berutang adalah keringanan yang Allah berikan.

Namun, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga mengajarkan kita satu prinsip hidup, yaitu menahan diri dari utang itu lebih baik, kecuali dalam keadaan terpaksa. Karena utang, meskipun halal, bisa menjadi belenggu yang menjerumuskan seseorang ke dalam kegelisahan, ketakutan, dan bahkan merendahkan martabatnya di hadapan manusia.

Pernahkah kita merasakan tindasan manusia? Itulah perasaan di mana karena utang, seseorang harus menundukkan kepala, menghindari bertemu, dan merasa terintimidasi oleh kata-kata kasar penagih. Inilah yang paling ditakuti oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, bukan hanya untuk diri beliau, tetapi juga untuk umatnya.

Baca Juga: Sesama Muslim Bersaudara: Merawat Ukhuwah, Membela yang Tertindas

Untuk meringankan bahkan melepas jerat utang yang memlilit, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengajarkan satu doa untuk kita amalkan.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Bacaan latin: Allaahumma inni a’uudzubika minal hammi wal hazan, wa a’uudzubika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’uudzu bika minal jubni wal bukhl, wa a’uudzu bika min ghalabatid dayni wa qahrir rijual.

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebimbangan dan kesedihan, dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, dan aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut dan kikir, serta aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tindasan manusia. (H.R. Abu Dawud).

Baca Juga: Bersyukur Tak Bertapi, Bersabar Tak Bertepi

Ya, renungkanlah kalimat “ghalabatid dayni wa qahrir rijal,” lilitan utang dan tindasan manusia. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menggabungkan keduanya dalam satu nafas. Karena utang yang tidak terbayar bisa membuat seseorang tertindas, dihinakan, dan kehilangan wibawanya di mata sesama.

Maka, jika saat ini kita sedang dililit utang yang rasanya tak bertepi, jangan hanya sibuk mencari solusi duniawi. Angkatlah tangan Anda, bacalah doa ini setiap selesai shalat, terutama shalat tahajud. Sambil berusaha keras, kurangi pengeluaran yang tidak perlu, jual sebagian aset jika mampu, atau minta keringanan waktu pada pemberi utang dengan niat tulus.

Ingatlah janji Allah dalam firman-Nya:

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًاۙ

Baca Juga: Membaca Ulang Resolusi Jihad dan Makna Hari Santri Nasional

وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗۗ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا 

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu.” (Q.S. Ath-Thalaq [65]: 2-3).

Utang adalah ujian. Namun, dengan doa, usaha, dan keyakinan bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Pembebas, belenggu itu pasti akan terlepas satu per satu. Jangan biarkan utang merampas ketenangan hidup kita.

Semoga Allah segera melapangkan jalan keluar untuk kita dan saudara-saudara kita yang sedang terjerat utang. Aamiin. []

Baca Juga: Alhamdulillah di Ufuk Pagi: Mensyukuri Terbukanya Mata

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Tausiyah
Tausiyah
Hikmah
Hikmah
MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia