Sumanto Fasilitasi Tilawah Umat dengan One Day Khatam Quran

Jakarta, Mina – Sumanto, pria tamatan SMA Muhammadiyah 4 Andong, Boyolali angkatan 95, awalnya bukan siapa-siapa, namanya tidak banyak yang mengenalnya. Namun, berkat kegigihannya memfasilitasi tilawah di tengah-tengah umat, kini namanya jadi dikenal publik pembaca Al-Quran.

Ia menjadi inisiator program One Day Khatam Quran melalui sarana grup WhatsApp dan menempatkan posisi dirinya sebagai admin.

“Untuk memasyarakatkan tilawah di tengah-tengah umat dan memfasilitasi umat Islam di mana pun berada agar dapat membiasakan diri tilawah Al-Quran minimal 1 juz per hari,” kata Sumanto di Jakarta kepada MINA, Selasa (10/12).

Ia mengungkapkan, idenya itu muncul pada saat iktikaf Ramadhan sekitar dua tahun lalu di Masjid Baitul Muttaqqien, Bekasi. Saat itu, kata Sumanto, ia menyimak penyampaian materi Ustaz Wahyudi KS tentang bagaimana cara membangun dan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kepada jamaah.

Akhirnya ia luncurkan program One Day Khatam Quran yang awalnya hanya dilaksanakan di lingkungan terdekat dengan membentuk grup WhatsApp dengan anggota terbatas 30 orang, setiap anggota membacakan satu juz, sehingga dalam sehari khatam Al-Quran.

Sumanto mengakui, awal munculnya ide merujuk pada program One Day One Juz (ODOJ) yang dimulai pada tahun 2007 oleh Bhayu Subrata dan Pratama Widodo.

“Ya, teknisnya seperti ODOJ, tapi ide awalnya saat itikaf dan merujuk penyampaian asatidz di atas,” katanya.

“Saya terus mengajak teman-teman untuk bergabung ikut program ini, akhirnya dibuka Group 2 setelah Group 1 berjalan 2-3 bulan, alhamdulillah,” katanya.

Peresmian program One Day Khatam Quran baru dilaksanakan 5 Oktober 2019 lalu di Villa Al Khanza Wanayasa Purwakarta oleh peserta Group 1 dan Group 2. Seiring berjalannya waktu, saat ini sudah terbentuk 10 group.

Alhamdulillah dalam kurun waktu 1-2 bulan bertambah 8 group yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Banten dan beberapa wilayah di Indonesia, bahkan peserta yang mengikuti sampai di luar negeri (Malaysia dan Afrika), lintas benua, lintas profesi dan latar belakang,” kata pria kelahiran Boyolali, 43 tahun silam itu.

Ia mengungkapkan, sejauh ini grup One Day Khatam Quran ini berjalan lancar meskipun ada peserta yang kurang disiplin tilawah, tidak sesuai dengan waktu yang ditetapkan admin. Ada juga peserta yang sudah selesai membaca tapi lupa melaporkan ke Admin.

Sumanto berharap semoga program grup One Day Khatam Quran menjadi media dakwah pemersatu umat. (A/SK/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)