Amman, MINA – Sebuah delegasi tingkat tinggi Suriah yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Asaad Hassan al-Shaiban mengadakan pertemuan dengan delegasi tingkat tinggi Israel di Yordania untuk meredakan ketegangan, Ahad (23/8).
Sumber diplomatik di Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Suriah mengatakan kepada kantor berita SANA, pertemuan tersebut terjadi di bawah mediasi AS dan tuan rumah Yordania.
Pertemuan tersebut menyusul serangan Israel baru-baru ini di wilayah Suriah dan meningkatnya ketegangan di Suriah selatan, serta diselenggarakan sebagai bagian dari upaya untuk meredakan ketegangan dan mendukung stabilitas di Suriah maupun kawasan sekitarnya, ujar sumber tersebut.
Diskusi difokuskan pada pembentukan mekanisme praktis untuk menghentikan serangan, penangkapan, dan operasi penargetan oleh Israel, serta menghidupkan kembali negosiasi dengan tujuan mencapai kesepakatan keamanan yang dapat menjadi landasan bagi kesepakatan masa depan yang lebih komprehensif.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Dalam pertemuan tersebut, pihak Suriah menegaskan bahwa Suriah adalah negara berdaulat yang memiliki hak penuh untuk membangun kembali dan mengembangkan tentara nasionalnya, serta menentukan aliansi dan kemitraannya sesuai dengan kepentingan nasional, sembari menolak segala pengaturan atau mekanisme yang membatasi hak-hak kedaulatan tersebut.
Suriah juga menegaskan kembali posisinya bahwa Dataran Tinggi Golan yang diduduki merupakan wilayah Suriah. Namun mencatat bahwa pembahasan mengenai status akhir dan jalan penyelesaiannya masih terlalu dini pada tahap ini.
Prioritas mendesak saat ini, menurut pihak Suriah, adalah penarikan pasukan Israel ke garis posisi sebelum 8 Desember 2024, serta pengaktifan kembali dan penerapan penuh Perjanjian Pemisahan Pasukan (Disengagement Agreement) tahun 1974. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic