Damaskus, MINA – Suriah berharap negosiasi mengenai kesepakatan keamanan dengan Israel akan segera dilanjutkan dengan harapan dapat berujung pada penarikan mundur Israel dari wilayah Suriah, kata Menteri Luar Negeri Asaad Al-Shaibani.
Ia mendesak Israel untuk memanfaatkan “peluang bersejarah” ini selagi pintu diplomasi masih terbuka, Arab News melaporkan.
Dalam wawancara dengan Reuters di Damaskus pada Sabtu (22/8), beberapa hari setelah Israel mengebom sebuah pangkalan udara Suriah, Menteri Luar Negeri menegaskan bahwa prioritas Damaskus adalah menghentikan serangan Israel.
Dia menyatakan perlunya langkah-langkah untuk membangun kepercayaan demi mencapai tujuan tersebut.
Baca Juga: Militer Yaman Klaim Lumpuhkan 1.747 Personel Houthi
Amerika Serikat telah berupaya mewujudkan kesepakatan keamanan antara Israel dan pemerintahan Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa, sekutu baru AS di Timur Tengah. Namun, upaya ini sulit terwujud karena Israel telah mengirim pasukan ke wilayah Suriah dan menyerang aset-aset pemerintah dengan alasan adanya ancaman terhadap keamanan mereka.
Shaibani mengatakan bahwa negosiasi mengenai kesepakatan keamanan tersebut sempat terhenti sejak dimulainya perang Iran. Namun, ia memperkirakan pembicaraan akan dimulai kembali. Ia menambahkan bahwa kontak antara Suriah dan Israel sempat terputus setelah serangan terhadap pangkalan udara tersebut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Suriah Peringatkan Serangan Israel ke Wilayahnya Ancam Keamanan dan Stabilitas Kawasan
















Mina Indonesia
Mina Arabic