Damaskus, MINA – Pihak berwenang Suriah telah memberlakukan jam malam sementara di kota pesisir Latakia di barat laut Suriah, menyusul serangan mematikan yang menewaskan beberapa orang, kata pejabat setempat.
Pemerintah Provinsi Latakia menyatakan, jam malam diberlakukan oleh Komando Keamanan Dalam Negeri mulai pukul 17.00 waktu setempat hari Selasa (1400 GMT) dan berlangsung hingga pukul 06.00 hari Rabu (0300 GMT). Anadolu malaporkan.
Pihak berwenang mengatakan jam malam tidak berlaku untuk kasus darurat, petugas medis, kru ambulans, atau tim pemadam kebakaran.
Warga diimbau untuk sepenuhnya mematuhi perintah tersebut dan bekerja sama dengan unit keamanan, serta memperingatkan bahwa pelanggar akan menghadapi pertanggungjawaban hukum.
Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Nour al-Din al-Baba, mengatakan, kementerian tidak akan mentolerir tindakan yang melanggar hukum atau sembrono, terlepas dari pembenarannya, dan menegaskan kembali komitmennya untuk melindungi semua warga Suriah di bawah hukum dan otoritas negara.
Ia menyerukan kepada warga Latakia untuk mematuhi hukum dan menghindari tindakan yang dapat merusak keamanan publik atau persatuan nasional, termasuk penghasutan, perilaku individu yang tidak bertanggung jawab, atau mengikuti mereka yang berupaya menyebarkan kekacauan dan ketidakstabilan.
Baba menegaskan, menolak segala tindakan vandalisme atau serangan yang menargetkan warga negara atau harta benda mereka, dan menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran hukum yang jelas dan akan ditindaklanjuti dengan tindakan hukum.
“Kesalahan individu tidak dapat digeneralisasikan atau digunakan untuk membenarkan pelanggaran lebih lanjut,” tambahnya dalam komentarnya yang dimuat oleh Kantor Berita Arab Suriah (SANA).
Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal
Serangan mematikan
Jam malam diberlakukan setelah serangan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata terhadap pasukan keamanan yang melindungi demonstrasi di beberapa kota pesisir dan tengah Suriah pada Ahad.
Aksi protes tersebut diserukan oleh otoritas keagamaan Alawite dan mencakup tuntutan untuk federalisme.
Serangan itu menewaskan empat orang dan melukai 108 lainnya di antara personel keamanan dan warga sipil di Latakia, kata pihak berwenang.
Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi
Pemerintah Suriah yang baru mengatakan pihaknya berupaya memulihkan keamanan dan mengejar sisa-sisa rezim sebelumnya yang dituduh memicu keresahan, khususnya di wilayah pesisir, yang sejak lama dianggap sebagai benteng para pejabat senior dari rezim Bashar al-Assad.
Assad, pemimpin rezim Suriah selama hampir 25 tahun, melarikan diri ke Rusia pada akhir tahun 2024, mengakhiri rezim Partai Baath yang telah berkuasa sejak 1963. Sebuah pemerintahan transisi yang dipimpin oleh Presiden Ahmad Al Sharaa dibentuk pada bulan Januari 2025. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Arab Saudi akan Regularkan Status Tinggal Warga Negara Ilegal Yaman
















Mina Indonesia
Mina Arabic