Jakarta, MINA – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengambil langkah cepat merespons eskalasi konflik di Timur Tengah dengan menaikkan status kedaruratan di Teheran, Iran, menjadi Siaga 1 dan melanjutkan evakuasi warga negara Indonesia (WNI).
Plt Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kemlu Heni Hamidah menjelaskan, status siaga ditetapkan berdasarkan evaluasi langsung terhadap dinamika di lapangan. Selain Teheran, beberapa perwakilan RI lainnya juga berada dalam status waspada dengan tingkatan berbeda.
“Tingkat kedaruratan di masing-masing negara ditentukan sesuai kondisi aktual. Teheran kini berada di Siaga 1, sementara Beirut dan Damaskus di Siaga 2, dan Dubai di Siaga 3,” ujar Heni dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (13/3).
Heni mengatakan, tahap pertama evakuasi telah memulangkan 32 orang pada 10 dan 11 Maret lalu. Kini, proses evakuasi tahap kedua tengah berlangsung dengan total 34 WNI yang akan dipulangkan.
Baca Juga: MK Tolak Gugatan Ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka
Ia menambahkan bahwa KBRI Teheran terus melakukan pemantauan situasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk menentukan langkah evakuasi berikutnya, dengan tetap mengutamakan keselamatan WNI serta mempertimbangkan kesediaan mereka untuk dipulangkan.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
















Mina Indonesia
Mina Arabic