Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tembok Apartheid Israel: Fakta dan Angka yang Mengguncang

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Ahad, 19 Juli 2026 - 10:13 WIB

Ahad, 19 Juli 2026 - 10:13 WIB

27 Views ㅤ

Tembok Apartheid. (MEE)

Ramallah, MINA – Pada 29 Maret 2002, pasukan Israel melancarkan operasi militer besar-besaran di wilayah Palestina dengan sandi Operation Defensive Shield (Operasi Tembok Pertahanan).

Ternyata, di balik nama yang tampak defensif, tersembunyi niat sesungguhnya, yaitu niat jahat hendak merebut tanah dan mengusir penduduk Palestina. Operasi ini menjadi titik awal dari proyek besar yang hingga kini masih menyisakan luka, yaitu  Apartheid Wall (Tembok Pemisah).

Pada 23 Juni 2002, Pemerintah Ariel Sharon mulai membangun tembok pemisah tersebut di sepanjang Garis Hijau dengan Tepi Barat. Dalihnya demi keamanan. Namun kenyataannya, tembok ini menjelma menjadi alat aneksasi dalam sejarah konflik Palestina-Israel.

Berikut fakta dan angka Tembok Pemisah terebut.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

  • Panjang total tembok: ± 770 km, hampir dua kali panjang Garis Hijau.
  • Telah dibangun: 406 km (52,7%), dengan 322 km masih direncanakan.
  • Tembok timur (Lembah Yordan) diperkirakan sepanjang 200 km, mengisolasi “gudang makanan” Palestina.
  • Lebar tembok: 60–150 meter di beberapa titik, dengan tinggi mencapai 8 meter.
  • Spesifikasi tembok: Kawat berduri, parit sedalam 4 meter, pagar Listrik, jalan patroli beraspal, menara pengintai dengan kamera dan sensor, dan jalur pasir untuk mendeteksi jejak.

Dampak pada Wilayah dan Demografi

Tembok ini tidak hanya membatasi gerak, tetapi mengubah peta politik secara permanen.

  • Tercatat 8 provinsi dan 159 komunitas terdampak pada 2003–2006.
  • Hingga Mei 2008, jumlah komunitas yang terdampak meningkat menjadi 180, terutama di Tepi Barat utara dan kegubernuran Yerusalem.
  • Di Yerusalem, tembok sepanjang 168 km memisahkan kamp Shuafat, Semiramis, dan Kafr Aqab, yang dihuni sekitar 30.000 warga beridentitas Yerusalem, dari kota suci itu sendiri.
  • Wilayah Tepi Barat yang diisolasi mencapai 733 km² (sekitar 12% dari total wilayah).
  • 3,3% wilayah Tepi Barat digunakan untuk permukiman; 24,6% lahan pertanian terancam hilang.

Sementara itu, di Qalqilya, yang merupakan lumbung pangan nasional yang terkepung Tembok Pemisah, berupa:

  • Tembok memotong 12% wilayah Qalqilya dan mengisolasi 20.000 dunum lahan subur.
  • 10.000 petani kehilangan akses ke ladang.
  • 83.000 pohon zaitun, jeruk, dan tanaman tahunan dicabut.
  • 35.000 meter pipa irigasi hancur.
  • 30 sumur artesis diisolasi, menyebabkan kehilangan 18% air minum Palestina dari cekungan barat.

Air dan Sumber Daya

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

  • Tembok Pemisah juga mengisolasi 50 sumur air tanah dengan kapasitas 7 juta meter kubik air per tahun.
  • Di Lembah Yordan, Palestina berpotensi kehilangan 200 juta meter kubik air dari Sungai Yordan jika tembok timur selesai dibangun.

Adapun dampak adanya Tembok Pemisah pada kehidupan dan ekonomi warga Palestina, di antaranya:

  • 210.000 warga Palestina di 67 desa dan kota terdampak langsung.
  • 13 komunitas (11.700 jiwa) terjebak antara tembok dan Garis Hijau.
  • 19 komunitas (128.500 jiwa) terkepung dalam zona penyangga ganda.
  • 36 komunitas (72.200 jiwa) terpisah dari lahan pertanian mereka.
  • 6.500 lapangan kerja hilang.
  • Produksi minyak zaitun turun drastis dari 22.000 ton per musim.
  • 10.000 ternak kehilangan akses ke padang rumput.

Begitulah, Tembok Apartheid bukanlah solusi keamanan. Ia adalah proyek aneksasi, pemisahan, dan pembersihan etnis yang berlangsung perlahan tapi pasti. Dan yang paling menyakitkan, ia dibangun tidak hanya oleh musuh, tetapi dengan tangan dan persetujuan mereka yang mengaku menjaga keamanan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Sumber: Dr. Saqr Jabali, Unit Penelitian Parlemen, WAFA

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Palestina
Israel Tutup Masjid Ibrahimi di Hebron untuk Warga Muslim Selama Tiga Hari
Palestina