
Adem Karadag (Foto: RFA)" width="300" height="223" /> Adem Karadag.(Foto: RFA)
Bangkok, 9 Jumadil Awwal 1437/17 Februari 2016 (MINA) – Dua warga etnik Uighur mengajukan pembelaan tidak bersalah, Selasa (16/2), terkait insiden ledakan bom di sebuah kuil Hindu di jantung Kota Bangkok, Thailand, pada 17 Agustus tahun lalu.
Insiden bom yang meledak di Kuil Erawan itu menewaskan 20 orang dan melukai 120 lainnya, serta memukul iklim pariwisata di ‘Negeri Gajah Putih’, demikian Radio Free Asia melaporkan yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).
Muncul di pengadilan militer Thailand, Adem Karadag (31), dan Yusufu Meiraili (28), keduanya mengidentifikasi diri mereka sebagai orang Uighur dari Urumqi, ibu kota Xinjiang, sebuah provinsi Cina di barat laut yang banyak dihuni komunitas Muslim.
Pengacara Karadag, Chuchart Kanpai, mengaku kliennya masuk Thailand pada 21 Agustus, beberapa hari setelah serangan itu, sehingga sangat tidak mungkin bertanggung jawab atas insiden bom di Kuil Erawan.
Baca Juga: 19 Orang Tewas dalam Kecelakaan Bus di Thailand Tengah
Kanpai juga menyebut sejumlah petugas tak dikenal menyiksa Karadag dalam tahanan dengan waterboarding, yakni teknik siksaan dengan menyiramkan air ke kepala tahanan yang ditutupi kain atau plastik. Kliennya juga diintimidasi dan diancaman akan dikembalikan ke pihak berwenang Cina.
“Tindakan-tindakan (siksaan) yang disebutkan itu ditujukan untuk memaksa dia (Karadag) untuk mengakui bahwa ia adalah pelaku yang menanam bom seperti yang terekam kamera keamanan,” kata Kanpai kepada wartawan.
Mieraili mengajukan perlawanan terhadap pengadilan atas penahanannya. “Ini bukan hal yang tepat menahan seorang muslim terlalu lama,” kata Meiraili melalui seorang penerjemah bahasa Inggris.
Karadag, alias Bilal Muhammad, ditangkap pada 29 Agustus 2015, setelah polisi mengatakan mereka telah menemukan material pembuat bom di sebuah apartemen di Distrik Nongjok, pinggiran Bangkok.
Baca Juga: Ratusan Ribu Warga Kanada Tandatangi Petisi Cabut Kewarganegaraan Elon Musk
Ia didakwa dengan sejumlah pelanggaran atau tindak kejahatan mulai dari pembunuhan berencana dan kepemilikan bom hingga masuk secara ilegal ke Thailand. Karadag bisa menghadapi hukuman mati jika terbukti bersalah.(T/P022/R05)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
Baca Juga: Pemerintah Chile Berlakukan Darurat Jam Malam Akibat Pemadaman Listrik