Banda Aceh, MINA – Upaya pencarian korban banjir dan longsor di Aceh terus diperkuat setelah Pemerintah Aceh mendatangkan tim pelacak mayat dalam lumpur dari Tiongkok. Kehadiran tim ini diharapkan mampu mempercepat proses identifikasi dan evakuasi korban yang diduga masih banyak tertimbun material lumpur.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, membenarkan bahwa lima ahli dari China telah tiba di Aceh pada Sabtu (6/12). Mereka datang dengan perangkat pendeteksi canggih yang mampu mengidentifikasi keberadaan jenazah di bawah lapisan lumpur tebal.
“Hari ini ada datang tim dari China lima orang untuk mendeteksi mayat yang ada di dalam lumpur, dan mereka ada alat untuk mengambil mayat-mayat itu,” kata Mualem saat memberikan keterangan.
Tim ini disebut memiliki kemampuan teknologi khusus yang selama ini digunakan dalam operasi pencarian pada bencana serupa di berbagai negara. Pemerintah Aceh berharap, dengan dukungan internasional ini, proses pencarian dapat berlangsung lebih cepat dan terukur mengingat medan yang sulit serta luasnya area terdampak.
Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar
Hingga kini, operasi pencarian masih berlangsung dan pemerintah terus mengoordinasikan seluruh potensi SAR, termasuk relawan dan aparat terkait, untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo
















Mina Indonesia
Mina Arabic