Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump Kembali Klaim Selat Hormuz sebagai Wilayah AS

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 24 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:54 WIB

9 Views ㅤ

Peta Selat Hormuz, Iran. (Gambar: Caspian Post)

Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengklaim Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Trump membagikan gambar peta yang menampilkan jalur strategis tersebut sebagai “wilayah baru AS” melalui platform Truth Social, Ahad (23/8). Al-Jazeera melaporkan.

Unggahan tersebut bukan kali pertama Trump menyampaikan gagasan serupa. Sebelumnya, pada 14 Agustus, Trump mengatakan akan menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS setelah perang dengan Iran berakhir. Ia juga mengklaim Amerika Serikat memiliki kendali atas jalur pelayaran tersebut.

Pernyataan Trump mendapat penolakan keras dari Iran. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei menegaskan Selat Hormuz masih ditutup dan tidak akan dibuka sebelum Amerika Serikat memenuhi komitmen serta mengubah kebijakannya terhadap Tehran.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia. Sebelum perang, sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam dunia melewati jalur yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman tersebut.

Gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan ini berpotensi memberikan tekanan besar terhadap harga energi dan perekonomian global.

Perselisihan mengenai status dan pengelolaan Selat Hormuz juga menjadi salah satu persoalan utama dalam hubungan Washington dan Tehran. Iran bersikeras mempertahankan kendali tertentu atas jalur tersebut.

Sementara Amerika Serikat menolak pengaturan yang dianggap memperkuat kontrol Iran. Upaya Iran dan Oman untuk mencapai kesepakatan mengenai jalur pelayaran sebelumnya disebut telah mendekati tahap akhir.

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Klaim terbaru Trump memperlihatkan bahwa Selat Hormuz masih menjadi titik strategis dalam konflik AS-Iran. Namun, unggahan Trump mengenai peta tersebut merupakan klaim politik dan bukan berarti adanya perubahan status hukum atau kedaulatan atas selat itu.

Iran sendiri menegaskan tidak akan membuka jalur tersebut sebelum tuntutannya terhadap Amerika Serikat dipenuhi. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Internasional
Internasional
Dunia Islam