Trump Remehkan Uji Coba Rudal Korut

Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump Jumat (2/8), menepis kekhawatiran bahwa serangkaian uji coba rudal Korea Utara baru-baru ini melanggar resolusi PBB.

Trump malah menegaskan bahwa mereka tak berselisih dan dia memiliki “kepercayaan” pada pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

“Uji rudal ini bukan pelanggaran terhadap perjanjian yang kami tandatangani di Singapura, juga tak ada diskusi soal rudal jarak pendek ketika kami berjabat tangan,” cuit Trump lewat Twitternya. Demikian Anadolu melaporkan, dikutip MINA.

“Mungkin ada pelanggaran PBB, tapi Ketua Kim tak ingin mengecewakan saya dengan melanggar kepercayaan, ada terlalu banyak perolehan bagi Korea Utara—potensi sebagai negara, di bawah kepemimpinan Kim Jong Un, tak terbatas.”

Trump kemudian memuji “sahabat” Kim, dengan mengatakan bahwa dia “mungkin salah,” dia percaya pemimpin Utara itu “memiliki visi hebat dan cantik untuk negaranya, dan hanya Amerika Serikat, dengan saya sebagai presiden, yang dapat membuat visi itu menjadi kenyataan.”

Militer Korea Selatan mengatakan pada Jumat pagi bahwa dua rudal ditembakkan dalam waktu lebih dari 20 menit sekitar pukul 3 pagi waktu setempat.

Rudal itu diluncurkan dari wilayah timur, lokasi yang sama dengan uji coba terbaru Korea Utara pada Rabu dan Kamis lalu.

Sebelumnya, media pemerintah Korea Utara memberitakan bahwa peluncuran rudal baru-baru ini merupakan peringatan bagi Korea Selatan menjelang latihan militer Amerika Serikat yang rencananya akan digelar bulan ini.

Seiring AS meremehkan pentingnya proyektil jarak pendek Pyongyang, Korea Utara dikenakan larangan untuk menguji rudal balistik di bawah resolusi Dewan Keamanan PBB.

Inggris, Prancis dan Jerman merilis pernyataan yang mengecam peluncuran rudal itu, menyusul pertemuan tertutup DK PBB pada Kamis.

Sebelumnya, Trump mengatakan minimnya manfaat perundingan peluncuran rudal dengan Korea Utara.

Namun seiring kesepakatannya dengan Kim Juni lalu untuk melanjutkan negosiasi dalam pertemuan penting di zona demiliterisasi antara Utara dan Selatan, tak ada rencana konkret untuk mengadakan negosiasi tambahan. (T/R03/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)