RATUSAN aktivis dari berbagai negara kini menatap cakrawala dengan tekad yang membara. Mereka adalah bagian dari Global Sumud Flotilla II (GSF 2.0), aksi kedua yang menegaskan bahwa dunia tak akan diam menghadapi penderitaan rakyat Palestina di Jalur Gaza.
Misi GSF 2.0 secara resmi memulai pelayarannya dari Pelabuhan Moll de la Fusta, Barcelona, Spanyol pada tanggal 12 April 2026. Dibandingkan dengan misi pertamanya pada tahun 2025, GSF 2.0 memiliki skala partisipasi yang jauh lebih besar.
Jika pada September 2025 armada GSF 1.0 ini melibatkan 42 kapal dengan 462 aktivis. Tahun 2026 ini jumlahnya meningkat signifikan, mencapai sekitar 80 kapal dengan 1.000 peserta.
Tujuan utama aksi pelayaran kemanusiaan ini Adalah membuka blokade yang diberlakukan pendudukan zionis Israel di Jalur Gaza. Misi lainnya yaitu menyalurkan bantuan kemanusiaan, termasuk pasokan medis, makanan, dan kebutuhan dasar lainnya, meningkatkan kesadaran dunia dan menuntut akuntabilitas internasional atas situasi di Gaza.
Baca Juga: Antisipasi Hadapi Godzilla El Nino 2026
Aktivis Brasil Thiago Ávila, SELALU Koordinator GSF 2.0 menegaskan, inisiatif internasional yang telah meluncurkan beberapa armada untuk membuka dan membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza tidak akan pernah berhenti.
Dr. Maimon Herawati, Koordinator Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengatakan, persiapan misi tahun ini dinilai lebih matang dibandingkan sebelumnya. Proses persiapan telah dimulai sejak Januari 2026, termasuk seleksi kapal di berbagai pelabuhan dan pembayaran uang muka.
Influencer, Chiki Fawzi yang juga bergabung dalam armada kemanusiaan tersebut mengingatkan kepada masyarakat Indonesia untuk fokus terhadap situasi yang terjadi di Gaza saat ini.
“Izin aku ingin ingatkan bahwa this is not about us, it’s about mereka yang ada di Gaza. Jadi all eyes on Gaza. Semua yang kita lakukan itu adalah supaya untuk terus membuat riak-riak perhatian terhadap Gaza,” kata Chiki saat pelepasan delegasi Indonesia kloter kedua menuju Barcelona di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga: Bagaimana China Antisipasi Pasokan Energi Terkait Penutupan Selat Hormuz?
Dari Barcelona, Spanyol, kapal-kapal berlayar membawa bantuan kemanusiaan, melintasi laut Mediterania yang sarat dengan sejarah dan simbolisme, menuju Jalur Gaza yang terkungkung blokade.
Flotilla ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan moral. Setiap paket bantuan, setiap langkah di dek kapal, adalah pernyataan keberanian dan kepedulian global terhadap jutaan warga Gaza yang hidup di bawah tekanan dan keterbatasan akses dasar seperti pangan, obat-obatan, dan pendidikan.
Para aktivis berasal dari berbagai latar belakang: mahasiswa, pekerja kemanusiaan, seniman, hingga tokoh masyarakat. Mereka menembus jarak dan batas politik untuk menunjukkan bahwa solidaritas tidak mengenal negara dan batasan geopolitik.
Tim dokter, perawat, pembangun lingkungan, penyelidik kejahatan perang, pelindung sipil, aktivis, jurnalis, semua tidak bersenjata dan lainnya akan turun untuk bekerja bersama rakyat Palestina.
Baca Juga: Gagal di Islamabad, Dunia Kembali Hadapi Bayang-Bayang Perang AS-Iran
“Saat mereka terus menanggung serangan rezim pendudukan Israel yang sedang berlangsung, kami akan mulai membangun kembali sistem perawatan kesehatan dan infrastruktur dasar yang hancur selama dua tahun terakhir,” pernyataan GSF dalam website resminya.
Ya, suara mereka bergema dalam setiap gelombang yang dipotong lambung kapal, mengingatkan dunia bahwa kemanusiaan adalah nilai yang tak bisa ditahan oleh dinding dan sekat.
Pelayaran dari Barcelona ini juga sarat makna simbolis. Kota yang dikenal sebagai jantung budaya Eropa menjadi titik awal perjuangan global, tempat ribuan tangan bersatu menyiapkan logistik, doa, dan harapan.
Flotilla II adalah cermin dari kesungguhan masyarakat dunia dalam menolak ketidakadilan, menembus isolasi, dan mengukir sejarah baru solidaritas internasional.
Baca Juga: Kegagalan Pembicaraan Damai di Islamabad
Dalam setiap layar yang berkibar di tengah lautan, dan setiap teriakan dukungan yang terdengar dari dek kapal, tersirat pesan yang kuat: rasa kemanusiaan tidak bisa dibungkam, suara solidaritas tidak bisa dihentikan, dan harapan untuk Gaza tetap hidup, selamanya.
Ya, Global Sumud Flotilla 2.0 mengingatkan kita semua, bahwa setiap langkah berani untuk keadilan adalah gelombang yang bisa mengubah dunia. Gelombang itu bagaikan gelombang air samudera yang tak bisa dibendung. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Dukungan Satelit Rusia-China untuk Pertahanan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic