Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan tidak akan meminta maaf kepada Paus Leo XIV terkait kritik terhadap kebijakan perang Iran, menandai semakin memanasnya hubungan antara Gedung Putih dan Vatikan.
Dalam pernyataannya kepada wartawan, Selasa (14/4) Trump menyebut dirinya hanya merespons sikap Paus yang dinilai terlalu jauh mengkritik kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
Ia bahkan kembali melontarkan kritik dengan menyebut Paus sebagai sosok yang lemah dalam isu keamanan dan tidak seharusnya mencampuri urusan politik global. Al-Jazeera melaporkan.
Ketegangan ini bermula dari pernyataan Paus Leo XIV yang secara konsisten mengecam perang dan ancaman militer terhadap Iran. Ia menilai retorika perang, termasuk ancaman terhadap suatu negara, sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan secara moral dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Baca Juga: Respon Ancaman AS atas Selat Hormuz, Haouthi Yaman Akan Tutup Selat Bab el-Mandeb
Sebaliknya, Trump mempertahankan kebijakan kerasnya terhadap Iran, termasuk ancaman militer dan tekanan strategis di kawasan Timur Tengah. Ia juga menilai kritik Paus sebagai bentuk keberpihakan yang tidak tepat dalam situasi geopolitik yang kompleks.
Perseteruan ini menjadi bagian dari ketegangan yang lebih luas antara Amerika Serikat dan Vatikan sejak awal 2026, terutama setelah Paus secara terbuka mengkritik sejumlah kebijakan militer Washington.
Hubungan kedua pihak bahkan disebut mengalami salah satu ketegangan paling tajam dalam sejarah modern.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sepatu Anak-Anak Gaza yang Syahid Dipamerkan di Alun-Alun Amsterdam
















Mina Indonesia
Mina Arabic