Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Udara Jakarta Tidak Sehat, Warga Diimbau Batasi Aktivitas di Luar Ruangan

Mujiburrahman Editor : Widi Kusnadi - Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:19 WIB

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:19 WIB

24 Views ㅤ

Jakarta Catat Kualitas Udara Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif pada Ahad Pagi
Jakarta Catat Kualitas Udara Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif (foto : x)

Jakarta, MINA – Kualitas udara di wilayah DKI Jakarta kembali memburuk pada Sabtu (27/6). Berdasarkan data pemantauan Air Quality Index (AQI), indeks kualitas udara di Ibu Kota tercatat mencapai angka 172 atau masuk dalam kategori tidak sehat, sehingga berpotensi menimbulkan dampak kesehatan bagi masyarakat.

Mengacu pada standar internasional AQI, kualitas udara dengan indeks di atas 150 tergolong tidak sehat. Pada kondisi tersebut, seluruh masyarakat berisiko mengalami gangguan kesehatan, sementara kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan dan penyakit jantung memiliki risiko yang lebih besar.

Paparan udara dengan tingkat polusi tinggi dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, antara lain iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, batuk, sesak napas, hingga memperburuk penyakit kronis seperti asma, bronkitis, dan gangguan paru-paru lainnya.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat konsentrasi polusi udara sedang tinggi. Warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus, seperti masker N95 atau masker dengan tingkat perlindungan setara.

Baca Juga: Jadwal Sepak Bola Hari Ini: Inggris vs Ceko, Pesta Gol Membayangi

Selain itu, masyarakat juga dianjurkan menjaga kualitas udara di dalam ruangan dengan menutup jendela saat polusi tinggi, menggunakan penyaring udara (air purifier) bila tersedia, serta memperbanyak konsumsi air putih untuk membantu menjaga kesehatan saluran pernapasan.

Pemerintah dan instansi terkait diharapkan terus memantau perkembangan kualitas udara serta menyampaikan informasi secara berkala kepada masyarakat agar dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.

Kondisi kualitas udara yang memburuk ini menjadi pengingat pentingnya upaya bersama dalam mengurangi pencemaran udara melalui pengendalian emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, serta peningkatan ruang terbuka hijau demi menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Gelombang Laut hingga 4 Meter Berpotensi Terjadi di Sejumlah Perairan Indonesia 5-8 Oktober Mendatang

Rekomendasi untuk Anda